TRENGGALEK - Menumpuknya sampah di Pantai Cengkrong, masuk Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, memanggil simpatik beberapa pihak. Pasalnya, masyarakat melakukan giat kerja bakti di lokasi tersebut untuk pembersihan.
Tujuannya agar bibir pantai yang juga digunakan sebagai tempat wisata tersebut kembali indah. Ditambahkan, kegiatan tersebut dilakukan untuk menyadarkan masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan. “Selama ini Pantai Cengkrong memang menjadi lokasi hilirnya sampah, sebab semua sampah bermuara dan berkumpul di lokasi ini, termasuk dari Pantai Prigi dan pantai lainnya,” ungkap salah satu warga yang turut melakukan pembersihan, Mardiyanto.
Dia melanjutkan, untuk itu dirinya bersama organisasi yang dinaungi membentuk tim gabungan guna membersihkan sampah tersebut, dengan luasan kawasan sekitar 1 hektare mulai dari tepi Gunung Kumbokarno sampai perbatasan Pancer, Pantai Prigi. Dari situ, sampah lebih dari tujuh truk berhasil terkumpul. Banyaknya sampah di sepanjang pantai di Kecamatan Watulimo, menurutnya disebabkan turunnya hujan terus-menerus selama dua pekan sehingga menyebabkan sampah dari berbagai aliran sungai berkumpul di Pantai Cengkrong. ”Jadi dari sungai-sungai kecil maupun sungai besar yang arahnya ke laut itu berkumpul ke Pantai Cengkrong,” kataya.
Setelah dilakukan pembersihan, sampah tersebut diangkut truk kuning milik DKPLH Trenggalek dan dibawa ke tempat pembuangan sampah (TPS). Pihaknya berharap gerakan bersih-bersih tersebut bisa memantik masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan agar tetap nyaman dan bersih, apalagi di kawasan wisata. Hal tersebut ditekankan karena selama ini sampah yang menumpuk di pantai adalah sampah rumah tangga, terutama popok bayi serta pembalut dan juga sampah dari industri pemindangan ikan. ”Ini perlu kesadaran semua pihak. Semoga dengan ini masyarakat yang ada sama-sama menjaga lingkungan,“ jelas pria yang juga sebagai Ketua PC GP Ansor Kecamatan Watulimo tersebut.
Di sisi lain, Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino menambahkan, beberapa hari kemarin wilayah Trenggalek di guyur hujan sehingga sampah yang terbawa aliran sungai menumpuk di suatu tempat. Untuk itu, polisi bersama lintas instansi dan elemen masyarakat turun tangan bersama-sama membersihkan pantai dari tumpukan sampah. Selain di bibir Pantai Cengkrong, bersih-bersih sampah juga dilaksanakan serentak se-Kabupaten Trenggalek. ”Untuk lokasinya menyesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Di mana ada sampah langsung kita bersihkan, terutama yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat yang lebih luas seperti pantai, sungai, pasar, dan fasilitas umum lainnya," imbuhnya.
Dalam pelaksanaannya, polisi sengaja mengajak warga setempat sebagai sarana edukasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan lebih mencintai lingkungan. Dengan begitu, aksi bersih-bersih juga dilakukan di sejumlah lokasi lainnya seperti bantaran Sungai Grojogan, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan; bantaran Sungai Ngelo, Desa Suruh, Kecamatan Suruh; Sungai Kali Mati, Desa Pandean, Kecamatan Durenan; Sungai Sugihan, Kecamatan Kampak; Embung Wakilan, Desa Dongko, Kecamatan Dongko, dan titik lainnya. “Sering kita dengar dan baca tulisan ‘jangan buang sampah sembarangan’, tetapi pada prakteknya masih banyak masyarakat yang abai. Makanya mulai sekarang mari dipatuhi imbauan itu,” jelasnya. (jaz/c1)
Editor : Zaki Jazai