KABUPATEN BLITAR - Suwignyo warga Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat yang hidup sebatangkara ditemukan meninggal dunia, kemarin (14/7). Pria 54 tahun itu ditemukan warga sudah tidak bernyawa di dalam rumahnya.
Hasil pemeriksaan tim medis, Suwignyo meninggal karena gangguan penyakit komplikasi. Selama ini, dia tinggal sendiri di rumah setelah ditinggal istri bekerja di luar negeri dan tak kunjung pulang.
Kapolsek Srengat Kompol Wahono mengatakan, bapak dua anak itu sudah kurang lebih dua tahun hidup sendiri di rumah. Kedua anaknya kini sudah tinggal sendiri di Kecamatan Kesamben dan Kalimantan. Sedangkan istrinya kerja di luar negeri dan sudah lama tidak pulang kampung. Kematian itu diketahui setelah warga sekitar curiga dengan keberadaannya. “Tetangga curiga karena melihat lampu teras rumah Suwignyo masih menyala dan pintu rumah terkunci,” ungkapnya.
Selain itu, sudah sehari dia tidak terlihat beraktivitas di luar rumah. Tetangga yang penasaran langsung meminta bantuan warga lain untuk memeriksa kondisi korban dengan mengintip lewat jendela yang mengarah kamarnya. Setelah diinting terlihat Suwignyo terlentang di kamarnya.
Warga langsung mendobrak pintu kamar dan memastikan kondisi korban sudah tidak bernyawa. Posisi terlentang dan keluar darah dari hidung dan telinganya. “Dari pemeriksaan visum luar yang dilakukan oleh dokter dari Puskesmas Srengat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Namun, ditemukan obat fenamin 500 mefanamic acit atau obat nyeri. Obat itu berada di meja dekat Suwignyo ditemukan,” terangnya.
Berdasarkan keterangan saksi yang diterima kepolisian, Suwignyo menderita penyakit kencing manis, sesak nafas, hingga darah tinggi. Namun, tidak ada yang merawatnya karena memang sudah lama hidup sebatang kara. Tetangganya mengenal, apalagi dia kerja sebagai tukang kayu di depan rumahnya. (jar/sub)
Editor : Doni Setiawan