TRENGGALEK - Bencana alam masih saja menghampiri Bumi Menak Sopal. Bahkan, akibat hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Trenggalek satu pekan ini, mengakibatkan sejumlah wilayah mendapatkan dampak yang cukup terasa. Mayoritas masih berkutat pada tanah longsor maupun banjir.
Wilayah-wilayah yang terkena dampak memang sudah dikenal sebagai area langganan. Kendati demikian, ada juga wilayah-wilayah yang selama ini tidak diprediksi justru menjadi sasaran amukan alam. Mengingat beberapa hari belakangan hujan deras memang terus mengguyur wilayah Trenggalek. “Jadi kami imbau kepada masyarakat agar terus waspada, terutama jika ada hujan yang mengguyur,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek St. Triadi Atmono.
Menurut dia, pemicu bencana alam memang kondisi cuaca ekstrem yang mendera di pesisir selatan Jawa akhir-akhir ini. Dengan anomali cuaca yang seperti ini, potensi bencana memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Alhasil, setiap masyarakat tanpa terkecuali harus tetap bersiaga penuh mengantisipasi segala kemungkinan. “Mau bagaimana lagi, semua harus terus meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya.
Menurut data yang dihimpun koran ini dari berbagai sumber, bencana akibat hujan yang mengguyur memang cukup merata. Tercatat 15 desa terdampak dan tersebar di 8 kecamatan. Dari semua itu, ada 11 keluarga dengan 28 jiwa terdampak. Terkait kerusakannya, semua terjadi dengan itensitas yang berbeda seperti 2 rumah rusak ringan, 6 rumah rusak sedang, 1 rumah rusak berat, dan 6 jalan terdampak.
Terbanyak bencana tersebut terjadi di Kecamatan Panggul dan Bendungan dengan masing-masing tiga titik. Seperti Kecamatan Panggul terjadi di Desa Besuki, Depok, dan Ngrencak, sedangkan di Kecamatan Bendungan ada di Desa Dompyong, Sumurup, dan Depok. Selain itu, dua titik terjadi bencana berada di Kecamatan Kampak, Munjungan, dan Watulimo, serta satu titik di Kecamatan Durenan, Trenggalek, dan Dongko. “Jadi disarankan agar masyarakat selalu perbarui informasinya tentang bencana, dan kami selalu mengunggahnya setiap waktu,” jelas Triadi. (jaz/c1)