Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bocil Nyolong Rokok di Rejotangan, Korban Maafkan Pelaku Karena Kasihan

Matlaul Ngainul Aziz • Senin, 17 Juli 2023 | 23:00 WIB
Photo
Photo

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Kasihan. Hal inilah yang tampaknya dirasakan Siti Fatimah, warga Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan saat kios miliknya. Dia pun memilih memaafkan tiga pemuda yang mencuri rokok di tokonya pada Rabu (5/7) silam. Padahal para pelaku sudah diamankan warga pada Rabu (12/7) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Rejotangan, Aiptu Mukadi membenarkan bahwasannya terdapat kasus pencurian rokok pada Rabu (5/7) lalu yakni anak SD mencuri rokok. Kejadian tersebut menimpa kios milik Siti Fatimah, warga Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan. “Iya kasus pencurian etalase rokok itu terjadi Rabu (5/7) lalu,” jelasnya kemarin (16/7).

Uniknya di antara tiga pelaku mencuri etalase rokok ini merupakan anak di bawah umur. Yakni MAK, 21; NSA, 20; dan DA 12. “Itu pelakunya yang dua warga Desa Tugu dan satu warga Desa Tegalrejo. Mereka mengajak anak kecil terlibat pada pencurian itu, baru kelas 6 SD,” ucapnya.

Sebelumnya pada Rabu (5/7) sekitar pukul 14.00 WIB, terdapat saksi melihat adanya etalase berisi rokok dibawa tiga pemuda menggunakan sepeda motor yang melaju ke arah selatan di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan. Melihat kejadian yang janggal tersebut, lantas saksi mendatangi kios milik korban Siti Fatim untuk memastikan kepemilikan dari etalase rokok tersebut. Setelah memastikan, ternyata etalase roko tersebut benar berasal dari kios milik Siti.

Kemudian seminggu setelah kejadian tersebut terjadi, tepat pada Rabu (12/7) pelaku berhasil diamankan warga setempat. Setelah pengamanan warga, pelaku dibawa ke Balai Desa Buntaran dan dipertemukan dengan korban beserta kepala desa Buntaran. Melihat salah satu pelaku masih di bawah umur, korban memilih untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. “Pihak korban itu maunya sudah selesai di balai desa itu. Mungkin ya karena faktor ada anak kecil itu, korban jadi tidak tega,” paparnya.

Namun karena banyaknya masa yang berkumpul di balai desa tersebut, membuat pihaknya untuk segera mengamankan ketiga pelaku ke Polsek Rejotangan. Langkah tersebut diambil untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. “Sebenarnya sudah selesai di balai desa itu. Hanya saja kareana banyaknya masa, dari pada nanti dijalan di pukuli masa, saya amankan ke polsek. Jadi kasus itu tidak dilaporkan, tapi ketiga pelaku itu wajib absen setiap Senin dan Kamis supaya ada efek jera,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi, anak di bawah umur yang terlibat pada kadus pencurian ini merupakan anak dengan latar belakang dari keluarga kurang harmonis. Kedua orang tua dari anak tersebut diketahui telah berpisah sehingga membuat anak tersebut tidak terurus dengan baik. “Ya akhirnya dia nekat seperti itu. Mengambil seperti itu untuk beli kerupuk dan beli jajan. Selain itu dia ikut ibunya itu dan ibunya itu tidak kerja, buat hidup saja susah,” terangnya.

Lanjut dia, kelompok ini telah melakukan aksi pencuriannya di tiga tempat. Namun dua tempat lainnya tidak melaporkan aksi dari pencurian kelompok tersebut. “Yang pertama itu mengambil tiga botol bensin karena motornya kehabisan bensi. Satunya lagi mencuri lima kerupuk sama jajan dan terakhir etalase rokok itu,” ucapnya.

Adapun kerugian dari kasus pencurian ini sekitar Rp 600 ribu. Namun menurutnya etalase yang sempat dibawa pelaku sudah dikembalikan ke pihak korban. “Jadi kalau cuma rokok itu ya sekitar Rp 300 ribu, itu kan rokoknya saja, etalasenya sudah dikembalikan,” pungkasnya. (ziz/rka)

Editor : Nanda Nila Alvinda
#tulungagung dimana #rokok #anak sd #mencuri