KOTA BLITAR - Event Blitar Etnic National (BEN) Carnival mendatangkan banyak berkah, tak terkecuali bagi penyedia jasa persewaan kostum karnaval. Maklum, sewa lebih efisen ketimbang belanja kostum yang hanya di gunakan untuk satu hari.
“ Ada 6 instansi di Kota Blitar yang telah menyewa. Ada juga perorangan yang sudah pesan, sekitar 24 orang,” ujar penyedia jasa persewaan kostum karnaval, Agus Anggoro Triono.
Warga Kelurahan Turi Kecamatan Sukorejo ini mengungkapkan, pemesanan kostum karnaval ini sudah mulai sejak empat bulan yang lalu. Tepatnya sejak kabar BEN Carnival bakal digelar untuk kedua kalinya.
Tema kostum BEN Carnival kali ini nusantara, dengan kostum-kostum baju adat di Indonesia. Temanya telah dibagikan tiga bulan yang lalu, sehingga Agus memiliki persiapan dua bulan untuk membuat kostum.
Setidaknya 75 persen kostum buatannya merupakan karya anyar dan dibuat khusus untuk BEN Carnival tahun ini. Tentu kostum yang baru tersebut berbanding lurus dengan harganya sewa yang tidak murah. Mesi begitu, Agus pasang tarif mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta tiap kostum untuk meramaikan event daerah ini.
“ Saya sedikit kesulitan dengan konsep-konsep khusus. Lantaran banyak yang memesan konsep kostum yang belum saya miliki. Otomatis buat baru semua dan ini acara yang berbeda dari tahun lalu, apalagi perlu modal besar,” terang Agus.
Dia menerima pesanan banyak konsep kostum adat di luar Jawa. Seperti ada adat Sumatera Sulawesi, Papua dan Bali. Untungnya ada beberapa stok bahan yang sudah dimiliki Agus untuk persiapan membuat kostum tersebut.”Untuk referensi membuat kostum karnaval, saya kadang sharing dengan teman atau cari ide di internet,” terangnya.
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, bahan kostum yang dimilikinya kini boleh dikatakan masih kurang. Itu karena kadang pesanan datang mepet. Padahal persiapannya tidak sampai sebulan. Berbeda dengan tahun ini, persiapan panjang. Kendati begitu, dia juga mengeluarkan tenaga ekstra karena harus membuat kostum baru.
Bagi Agus, BEN Carnival tahu ini merupakan puncak terbanyak omzet selama dia menggeluti usaha persewaan kostum karnaval. Bahkan omzet yang didapatnya dari perswaan kostum BEN Carnival, bisa mencapai Rp 150 juta. Melebih omzetnya tahun lalu, yang hanya menyentuh Rp 40 juta.
“ Selain sewa kostum, saya juga make up para peserta BEN Carnival. Ada 200 peserta yang kami rias, dengan dibantu 40 make up artist (MUA). Pesanan rias peserta karnval sejak sebulan yang lalu,” terangnya. (jar/hai)
Editor : Doni Setiawan