Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Tradisi Jamasan Kyai Upas di Tulungagung Pada Bulan Suro

Nurul Hidayah • Selasa, 18 Juli 2023 | 03:05 WIB

 

TOMBAK JAMASAN KYAI UPAS : Prosesi Tradisi Jamasan Kyai Upas dalam rangka peringatan Bulan Suro.
TOMBAK JAMASAN KYAI UPAS : Prosesi Tradisi Jamasan Kyai Upas dalam rangka peringatan Bulan Suro.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Tradisi Jamasan Kyai Upas di Tulungagung digelar setiap Bulan Suro atau tepatnya pada tanggal 10 Suro. Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Upas merupakan sebuah ritual penyucian pusaka berupa tombak yang setiap tahun digelar oleh masyarakat Tulungagung di sekitar Pendopo.

Pada sejarah tradisi Jamasan Kyai Upas, Tombak yang digunakan adalah Tombak Pusaka milik Ki Ageng Mangir, menantu Raja Mataram yang dahulu menolak untuk tunduk saat melawan penjajah. Kemudian Tombak tersebut disimpan oleh Bupati Tulungagung terdahulu hingga turun-temurun.

Pusaka Kanjeng Kyai Upas merupakan peninggalan masa Kerajaan Mataram Islam dan sudah ditetapkan sebagai pusaka daerah Tulungagung. Keberadaan pusaka ini dipercaya masyarakat Kota Marmer dapat memberikan kekuatan pada saat masa perjuangan kemerdekaan kala itu.

Pada tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Tulungagung lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan kegiatan prosesi Jamasan Kyai Upas bertempat di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini merupakan upacara sakral yang selalu rutin dilaksanakan setiap tahun.

Upacara diawali oleh Reog Kendang untuk mengiri dayang-dayang yang membawa air suci. Kemudian air dari 9 sumber itu dicampur dengan kembang tujuh rupa dan dibasuh ke Tombak Kyai Upas. Disamping untuk mebersihkan karat pada bagian mata pusaka, hal ini juga diyakini dapat memberikan kemakmuran yang sejahtera bagi masyarakat Kota Ingandaya. Selama proses Jamasan, alunan gamelan terus berbunyi untuk mengiringi kegiatan.

Editor : Nurul Hidayah
#suro #kyai upas #tradisi