KABUPATEN BLITAR – Kondisi Wisata Taman Lodoyo di Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro kian memprihatinkan. Diduga karena kurang perhatian, sejumlah fasilitas di destinasi wisata ini banyak yang rusak. Tak pelak, jumlah kunjungangan wisata yang dikelola Perum Jasa Tirta tersebut tidak bisa optimal.
Pantauan koran ini, kerusakan fasilitas di wisata alam ini cukup parah. Mulai dari pagar pembatas, fasilitas air mancur hingga kios yang mangkrak dan tidak ada aktivitas usaha. “Wisatanya kumuh, dulu katanya ada rusa. Tapi sekarang tidak ada,”ujar seorang pengunjung yang mengaku bernama, Sulton.
Dia menyangkan kondisi wisata tersebut. Sebab, para pengunjung juga harus mengeluarkan uang untuk bayar retribusi masuk wisata. Meski tidak banyak, hal itu sedikit mengecewakan. “Tapi pikir bagus, ternyata kurang terawat,” terang warga asal Kabupaten Tulungagung ini.
Kondisi juga diketahui para petugas Wisata Taman Lodoyo. Sayangnya, mereka hanya bekerja dan memiliki kapasitas untuk melakukan perbaikan sarana atau fasilitas wisata. “Dalam sepekan, paling banyak sekitar 20 orang,” ujar petugas loket Wisata Taman Lodoyo, Selly Maryani.
Dia mengungkapkan, kondisi ini sudah terjadi sejak wabah atau pademi Covi-19 beberapa tahun lalu. Pengelola mengeluarkan kebijakan untuk menetup area yang memicu kerumunan, tak terkecuali Wisata Taman Lodoyo. “sebelum ada korona pengunjung lumayan ramai,” katanya.
Kini, wisata alam tersebut hanya menjadi jujugan warga sekitar. Biasanya mereka bersantai sembari menghabiskan waktu dengan melihat Bendungan Gerak Lodoyo atau yang lebih familer dengan sebutan Bendungan Serut tersebut.
Selly mengaku pengelola kini sedang melakukan perbaikan fasiltas wisata. Hanya saja, tidak semua fasilitas dapat diperbaiki. “Untuk saat ini masih kolam renangnya saja. Sedangkan kelanjutan renovasi yang lain belum diketahui kepastianya,” jelas dia.
Dia tidak menampik jaringan perpipaan di lokasi wisata ini juga sedang tidak dalam kondisi baik. Pipa rusak tersebut berkibat pada kran air di dalam area wisata menjadi tidak bisa digunakan. Padahal kran tersebut adalah tempat untuk mencuci tangan jika selesai berkunjung ke Taman Wisata Lodoyo.
Lebih lanjut, kondisi ini juga berdampak pada fasilitas lain. Misalnya, wahana air mancur yang tidak berfungsi. “Saya tidak tahu pastinya kapan air mancur tersebut rusak,” kata perempuan yang sedang mengandung tersebut.
Ruko yang berada didalam wisata tdiak dugunakan sejak 2019. Awalnya ruko itu difungsikan oleh warga sekitar untuk berjualan makanan ringan. Namun gegara virus Covid-19 para pedagang menutup rukonya. “Waktu korona kan ada instruksi dari pemerintah tentang larangan untuk keluar dari rumah. makanya usaha di lokasi wisata juga berhenti,” imbuhnya. (mg2/hai)
Editor : Doni Setiawan