KOTA BLITAR – Antrean kendaraan tampak mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, kemarin (17/7). Beberapa SPBU lain juga mengalami kondisi yang sama dalam beberapa hari terakhir.
Antrean tersebut dampak dari permintaan solar yang cukup tinggi di masa liburan sekolah dan musim panen tebu. Pantauan Jawa Pos Radar Blitar di SPBU Karangsari, Kecamatan Sukorejo, terdapat lebih dari 15 truk yang mengantre di tepi jalan sejak pukul 10.00. Mereka menunggu giliran mendapatkan bahan bakar bersubsidi itu. “Saya sudah mengantre solar dua kali ini. Terakhir, saya antre lagi sejak setengah jam yang lalu dan dapat posisi belakang,” ujar salah satu sopir pikap, Supri kepada koran ini, kemarin.
Pemilik toko besi ini, mengaku baru kemarin bisa membeli solar. Sebab, sejak Jumat (14/7), dia kebingungan mencari BBM bersubsidi itu. Supri sudah mengelilingi empat SPBU di Kota Blitar, yakni di Jalan Kalimantan, Jalan Kenari, SPBU Kebon Rojo dan SPBU Karangsari, tetapi stok habis. SPBU saat itu masih menunggu pasokan solar datang.
Pada Sabtu lalu (15/7), Supri mencoba untuk datang ke SPBU Karangsari dan berhasil mengantre bersama dua truk. Namun, harapannya untuk bisa mendapatkan solar pupus. Saat itu, SPBU mengumumkan bahwa solar telah habis dan harus menunggu pasokan datang. ”Tidak biasanya solar terjadi antrean seperti ini. Saya rasa baru kali ini. Semoga saja keadaan cepat normal kembali,” terangnya.
Di tempat terpisah, Section Head Communication and Relations Pertamina Patra Niaga Region Jatim-Balinus Taufiq Kurniawan menjelaskan, antrean tersebut karena peningkatan permintaan di masa liburan sekolah tinggi. Selain itu, bersamaan masa panen tanaman tebu dan lainnya di Blitar. Otomatis, banyak yang membutuhkan solar.
Bahkan pada Jumat (14/7) lalu, tiap SPBU di Blitar menghabiskan 5.000 liter solar. Volume permintaan solar itu meningkat drastis daripada hari biasanya. Hal ini dianggap wajar karena tidak sampai terjadi kelangkaan. Pasalnya, solar termasuk BBM yang bersubsidi yang dijual dengan harga terjangkau,sehingga banyak diburu masyarakat.
Dampak positifnya, jelas dia, permintaan solar yang tinggi ini menandakan roda ekonomi di masyarakat bergerak pesat. ”Hingga Senin (17/7) pukul 17.52 WIB, 523 ribu liter solar telah dikeluarkan oleh SPBU di Kota dan Kabupaten Blitar. Terhitung sejak 13 Juli. Rata-rata konsumsi harian mencapai 110 ribu liter solar di semua SPBU,” tutur Taufiq.
Padahal, untuk stok harian di semua SPBU Kota dan Kabupaten Blitar sebanyak 249 ribu liter. Hingga saat ini, masih terjadi peningkatan permintaan solar di beberapa SPBU karena musim panen masih berlangsung. Nah, karena liburan sekolah sudah selesai, dimungkinkan permintaan kembali normal. “Bila masyarakat tidak mau mengantre BBM subsidi, ada yang non subsidi. Barangnya selalu siap,” katanya. (jar/sub)
Editor : Doni Setiawan