TRENGGALEK - Arus lalu lintas di pesisir wilayah selatan Trenggalek diprediksi bakal padat pada libur Tahun Baru Islam Rabu (19/7). Hal tersebut seiring jalur lintas selatan (JLS) di Lot 6 yang menghubungkan Trenggalek dengan Tulungagung masih dibuka untuk umum.
Padahal, berdasarkan surat Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), JLS telah dibuka untuk umum pada Senin (26/6) hingga Minggu (16/7) lalu. Dengan begitu, jalur tersebut kembali ditutup pada Senin (17/7). Namun dalam kenyataannya, hingga kemarin (18/7) masih bisa diakses untuk umum. “Terbaru belum ada kabar bakal ditutup lagi, sehingga jalannya bisa diakses untuk umum,“ ungkap Kapolsek Watulimo, AKP Zainudin.
Dia melanjutkan, berdasarkan koordinasi berbagai sektor, jalur pansela itu bakal ditutup khusus malam satu Sura atau malam Tahun Baru Islam (18/7). Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah pengunjung karena momentum itu bertepatan dengan hari libur. Selain itu, biasanya saat malam tersbut identik dengan kegiatan sekelompok masyarakat yang melakukan tradisi tertentu. “Jadi, penutupan itu hanya pada malam harinya untuk mengantisipasi pergerakan massa, dan pada pagi harinya dibuka lagi,” katanya.
Penundaan penutupan jalur pansela itu dimungkinkan karena proses pembersihan material yang belum rampung. Mengingat pada Jumat (7/7), longsor terjadi di jalur tersebut hingga menutup sebagian bahu jalan. Meskipun jalur sudah dapat dilalui secara normal, tetapi proses pembersihan sepenuhnya belum rampung. “Salah satunya juga itu, pembersihan material pascalongsor. Yang di jalan utama sudah, tinggal yang di selokan-selokan itu. Setelah koordinasi dengan pimpinan, kita maksimalkan pembersihan. Tapi untuk kapan ditutupnya lagi, kita tidak tahu,” pungkasnya.
Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pansela Jatim BBPJN Jatim-Bali Kementerian PUPR, Andhika Tommy Ardiansyah membenarkan, jalur sepanjang 18,3 kilometer itu masih bisa diakses untuk umum. Artinya, jalur pansela itu tidak jadi ditutup pada Senin (17/7). Jadi, masyarakat yang ingin memanfaatkan jalur tersebut untuk bepergian masih bisa menikmati. “Sementara tetap dibuka sampai nanti ada pemberitahuan selanjutnya,” kata dia.
Sementara itu, Sekda Trenggalek Edy Soeprianto menyambut baik perpanjangan pembukaan JLS tersebut. Selain memudahkan mobilisasi dalam menyalurkan hasil bumi yang berorientasi pada peningkatan perekonomian masyarakat, keberadaan jalur pansela itu juga mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan di wisata pantai pesisir Bumi Menak Sopal. “Semoga saja dengan lanjutan pembukaan ini, JLS bisa segera dibuka sepenuhnya untuk umum,” jelasnya. (jaz/c1)
Editor : Zaki Jazai