TRENGGALEK - Petugas pengamanan yang terdiri dari polisi, TNI , dishub, satpol PPK, dan sebagainya tampaknya harus bersiap lembur pada bulan Muharam ini. Pasalnya, mereka harus bekerja untuk melakukan pengamanan pada malam hari demi menyukseskan kegiatan masyarakat yang telah menjadi tradisi tiap tahunnya.
Salah satu kegiatan tersebut adalah malam pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 2023. Nantinya akan dilakukan berbagai penyekatan di berbagai titik untuk menghindari adanya pergerakan massa. Hal itu dilakukan lantaran kegiatan tersebut identik dengan berkumpulnya massa ke lokasi pusat acara dengan konvoi. “Penyekatan khusus telah kami persiapkan, sebab jika memang ada kegiatan masyarakat yang perlu dilakukan penyekatan,pasti itu dilakukan. Dalam hal penyekatan ini, kami juga telah berkoordinasi dengan pengamanan internal organisasi (Pamter, Red),” ungkap Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino.
Dia melanjutkan, penyekatan tersebut difokuskan di area perbatasan khususnya antara Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung. Bahkan, dalam hal ini petugas juga akan berkolaborasi dengan Pamter dan petugas dari Tulungagung. Jika benar ada pergerakan massa, maka petugas tidak segan untuk memutarbalikkan kelompok tersebut dan dikembalikan ke daerah asal. Hal itu sesuai dengan kesepakatan dalam rakor pengamanan . “Komitmen ini juga telah dikeluarkan secara tegas oleh pihak PSHT sendiri, dan melarang anggotanya untuk melakukan arak-arakan atau konvoi,” jelasnya.
Hal tersebut diakui oleh Ketua Cabang PSHT Trenggalek, Wijiono. Dia menambahkan, sejak beberapa tahun lalu organisasi telah melarang para anggotanya untuk melakukan konvoi, khususnya pada malam pengesahan warga baru. Kemudian untuk pelaksanaan kegiatannya nanti, sejauh ini belum bisa disampaikan, yang pasti akan dipusatkan pada salah satu tempat. “Untuk pengesahan, panitia dari pengurus cabang dan dipusatkan di salah satu tempat, tapi untuk malam satu Sura nanti (kemarin, 18/7, Red) dilakukan di masing- masing pengurus ranting,” jelasnya.
Guna memastikan tidak adanya konvoi atau kegiatan yang merusak nama besar PSHT, pengurus cabang telah meminta pengurus ranting menyebarkan imbauan tersebut. Hal itu lantaran pengurus dengan tegas melarang adanya konvoi, sebab berpotensi mengganggu ketertiban yang ada.
“Apabila masih ada yang melakukan, kami akan melaksanakan tindakan secara tegas secara organisasi berupa sanksi terhadap oknum tersebut,” kata Wijiono. (jaz/c1)
Editor : Zaki Jazai