TRENGGALEK - Perpanjangan penerimaan peserta didik baru (PPBD) khususnya di SMP negeri wilayah Bumi Menak Sopal tampaknya tidak bisa menyelesaikan masalah. Pasalnya,sejauh ini hanya ada 6 dari 50 SMP negeri di Trenggalek yang pagunya telah terpenuhi.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek Tanto Riyadi mengatakan, pelaksanaan PPDB sudah sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis PPDB pada taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama. Dari situ terdapat empat jalur pendaftaran, mulai dari zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua atau wali, dan prestasi. Dari itu semua, jalur pendaftaran memiliki persentase masing-masing dari jumlah pagu tiap sekolah. Itu seperti zonasi 55 persen, afirmasi 15 persen, perpindahan orang tua atau wali 5 persen, dan prestasi 25 persen. “Persentase itu untuk SMP negeri, kalau SD negeri berbeda,” katanya.
Dia melanjutkan, berdasarkan peraturan tersebut, pada pelaksanaan PPDB reguler hanya enam sekolah di Trenggalek yang sudah memenuhi pagu. Dengan kata lain, sejumlah 44 SMPN di Trenggalek kekurangan murid pascapenutupan pendaftaran pada Senin (3/7) lalu. Karena itu diambil kebijakan bagi sekolah yang pagunya belum tercukupi untuk boleh memperpanjang pendaftaran hingga 16 Juli melalui jalur offline. “Jadi dengan kebijakan itu, peserta didik atau wali murid harus datang ke sekolah yang dituju. Tidak ada hal khusus seperti pendaftaran sebelumnya,” ungkapnya.
Sementara itu, perkiraan jumlah siswa dalam PPDB terdiri di 50 SMP negeri. Kemudian, SMP negeri satu atap ada 220 rombongan belajar (rombel), denganperkiraan jumlah siswa tiap rombelnya minimal 20 siswa dan maksimal 32 siswa. Dari situ, jumlah siswa baru yang seharusnya diterima ada 7.040 murid dengan rincian 3.869 murid jalur zonasi, 1.056 murid jalur aspirasi, 355 murid jalur perpindahan orang tua, dan 1.760 murid jalur prestasi. Namun faktanya, hasil PPDB jalur online di Trenggalek hanya 5.488 murid dan offline 177 murid.
Melihat perbandingan kebutuhan pagu dengan PPDB online 7.040 murid dan offline 5.665 murid, SMPN di Trenggalek masih kekurangan 1.375 murid. Padahal, jumlah lulusan siswa kelas enam SD di Trenggalek mencapai 7.446 siswa sehingga dapat dipastikan ribuan siswa itu memilih sekolah swasta atau sekolah berbasis keagamaan. “Atau juga ada faktor lain yang membuat siswa kurang. Semoga saja jumlah siswa nantinya bisa bertambah, seperti misalnya karena perpindahan ikut orang tua dan lainnya. Jadi, potensi masih bisa bertambah,” jelas Tanto.(jaz/c1)
Editor : Zaki Jazai