BANDUNG, Radar Tulungagung – Tugu milik salah satu perguruan pencak silat di Desa Nglampir, Kecamatan Bandung, Tulungagung, rencana akan dilakukan pembongkaran atau pengalihan fungsi pada Senin (11/9/2023).
Namun rencana tersebut kandas setelah adanya penggerudukan oknum pesilat yang berasal dari luar desa untuk menolak rencana pembongkaran tugu.
“Sebelumnya petugas Polsek Bandung bersama pihak desa serta perwakilan dari perguruan silat di Desa Nglampir sudah melakukan koordinasi,” Kapolsek Bandung, AKP Dadang Triyanto.
Dia mengaku, kordinasi tersebut guna merealisasikan rencana pembongkaran tugu perguruan silat sejak jauh-jauh hari.
Bahkan rapat koordinasi tersebut telah berkali-kali dilakukan yang mana terakhir dilakukan pada Sabtu (9/9/2023) lalu.
Hasilnya disepakati apabila pada Senin (11/9/2023) tugu pencak silat tersebut akan dilakukan pembongkaran.
Sayangnya menjelang proses pembongkaran, tiba-tiba ratusan pesilat dari luar desa yang datang ke lokasi menolak pembongkaran tugu pencak silat tersebut.
"Ada sekitar ratusan pesilat, mereka datang ke lokasi pembongkaran untuk menolak upaya pembongkaran tugu pencak silat di sana," jelasnya.
Lanjut dia, pihaknya sempat memberikan pengertian kepada ratusan pesilat tersebut guna bernegosiasi agar pembongkaran tetap dilakukan.
Namun, suasana justru semakin memanas yang pada akhirnya membuat petugas memberikan opsi alih fungsi tugu.
“Sempat kita berikan pengertian tetapi kondisinya semakin memanas, akhirnya kita berikan opsi untuk alih fungsi,” ucapnya.
Diketahui tugu perguruan pencak silat di Desa Nglampir, Kecamatan Bandung, dengan ukuran 3x6 meter itu berdiri pada lahan milik negara.
Sesuai instruksi jajaran Polri, tugu pencak silat yang berdiri pada lahan milik negara harus dilakukan penertiban tanpa terkecuali.
"Sebenarnya pesilat dari Nglampir, warga maupun perangkat desanya sudah sepakat. Tetapi sayangnya kedatangan pesilat dari luar desa yang menolak hingga membuat suasana memanas, sehingga kami berikan opsi alih fungsi tugu," paparnya.
Setelah memberikan opsi tersebut, ratusan pesilat yang sepakat akhirnya memilih meninggalkan lokasi dan kembali ke tempatnya masing-masing tanpa adanya gejolak lebih lanjut.
Nantinya tugu tersebut rencananya tidak lagi menjadi tugu pencak silat, melainkan akan dialih fungsikan menjadi tugu Pancasila.
Editor : Didin Cahya Firmansyah