BLITAR - Kerajinan rajut sudah menjadi hobi Nur Laili Saadah sejak usia muda. Kini, hobi tersebut telah menjadi pekerjaan tetap. Ratusan benang rajut telah disulap menjadi aneka macam kerajinan. Seperti tas, dompet, amigurumi, tatakan gelas, dan masih banyak lagi.
“Kalau ecoprint baru kenal saat pandemi kemarin. Lalu kenal marketnya dan terus ditekuni sampai sekarang,” ujar perempuan yang karib disapa Lely Edelweis atau Jeng Lely, ini Senin (16/10/2023).
Sejumlah kerajinan ecoprint seperti tas, topi, kerudung, dan baju dibuat dengan home made. Namun, tak jarang membutuhkan bantuan mitra, seperti tas dan topi.
Meski belum lama, ibu satu anak ini juga menjadi narasumber untuk pelatihan ecoprint, rajut, dan digital marketing. Khususnya para ibu bhayangkari atau istri para polisi.
Mengikuti perkembangan teknologi, Jeng Lely pun mulai mengelola akun YouTube. Tepatnya pada 2016 lalu. Saat itu dia melihat ada peluang yang bisa diperoleh melalui dunia digital.
Kanal YouTube-nya bernama Lely Edelweis kini sudah sekitar 36 ribu subscriber. Namun, kini lebih aktif di kanal Jeng Leli dengan 1.100 subscriber.
“Isi kontennya ya sharing tentang kegiatan sehari-hari sebagai konten kreator, dan video tutorial kerajinan rajut dan ecoprint,” imbuh warga Kelurahan/Kecamatan Sananwetan ini.
Baginya, memiliki kesibukan menjadi konten kreator adalah hal yang menyenangkan. Sebab bisa sharing konten-konten bermanfaat untuk orang lain.Namun, yang cukup menjadi kendala yakni ketika proses editing karena membutuhkan mood yang bagus.
Memiliki dua kanal YouTube sekaligus membuat pengembangan kanal tersebut menjadi tersendat. Pasalnya, tak jarang waktu untuk mengisi konten menjadi bentrok.Sebab, ketika membuat video tutorial rajut dan ecoprint membutuhkan waktu dan proses yang tidak singkat. “Makanya yang channel utama (Lely Edelweiss) sekarang jadi kurang aktif,” jelas perempuan berjilbab ini.
Menurut perempuan 44 tahun ini, peminat YouTube belakangan ini memang menurun. Hal itu lantaran, masyarakat mulai beralih ke media sosial lain yakni TikTok. Selain itu, TikTok lebih mudah berkembang daripada YouTube.
Dulu, penonton konten youtube Lely hanya puluhan orang. Kini sudah tembus sampai ribuan. Itu tak lepas dari kerja keras selama ini. Diapun membagikan tips bagi pemula jika ingin menjadi seorang youtubers. “Kalau mau channel kita berkembang kuncinya cuma satu. Yakni harus konsisten dengan satu tema supaya vidio atau konten yang dibuat tetap satu jalur,” pungkasnya. (*/sub)
Editor : Doni Setiawan