Trenggalek- Sebanyak 15 finalis Putri Otonomi Indonesia (POI) 2024 ikut serta melestarikan terumbu karang, Rabu (5/6). Sasarannya, Taman Laut Karang Tresno di Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo.
Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk karantina dan pelatihan di Bumi Menak Sopal. Dengan begitu, putri-putri terbaik dari penjuru Indonesia tersebut turut meramaikan kegiatan donasi terumbu karang untuk menjaga kelestarian laut.
Kegiatan ini juga awal dari rangkaian hari pertama menjalani karantina yang dipusatkan di Kecamatan Watulimo. Dimulai kegiatan di Pantai Mutiara, dilanjutkan ke Pantai Prigi, kemudian ke Hutan Mangrove Cengkrong. Sore harinya ke Desa Wisata Duren Sari. Selain berkegiatan tanam terumbu karang, para finalis POI juga mengikuti sesi photoshoot.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, Trenggalek memiliki potensi besar yang bisa dieksplorasi. Mulai dari kuliner dan kearifan lokal, serta keindahan alam yang masih asri. "Semoga para finalis ini akan dapat banyak belajar dan membawa pengalaman yang mereka dapatkan di sini (Trenggalek, Red) kepada masyarakat luas di seluruh Indonesia," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek Sunyoto mengatakan, disparbud mendukung penuh kegiatan ini yang merupakan bagian program dinas di bidang pemasaran.
“Tentunya dengan final POI di Trenggalek ini kita sangat diuntungkan, karena mendorong promosi. Tidak hanya di pariwisata, tapi juga sentra budaya maupun ekonomi kreatifnya,” ujar Sunyoto.
Pantauan Jawa Pos Radar Trenggalek, para finalis POI 2024 tampak antusias mengkuti setiap kegiatan. Hal ini dapat terlihat tatkala mereka gigih belajar memasang terumbu karang cinta dan laba-laba meskipun baru kali pertama mencoba.
Selepas memasang terumbu karang untuk diletakkan di Taman Laut Karang Tresno, para finalis juga menikmati keindahan Pantai Mutiara. Bahkan, para putri-putri finalis POI 2024 itu merekam dan mengunggahnya di media sosial (medsos).
Finalis dari Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, Niken Gedianlie, mengaku merasa antusias saat berkunjung ke Trenggalek. Terlebih, dia sebelumnya sering mendengar nama daerah tersebut. "Saya sangat antusias untuk mengetahui apa lagi pontensi-potensi yang ada di Trenggalek melalui POI ini," paparnya.
Dia juga mengaku baru kali pertama mengunjungi Kota Alen-Alen ini. "Ini merupakan pertama kalinya berkunjung ke Kabupaten Trenggalek," imbuhnya.
Dia berharap melalui POI 2024 ini bisa mendapatkan banyak ilmu, termasuk dari Trenggalek. Dengan begitu, ilmu tersebut nantinya bisa dibawa untuk berkontribusi terhadap Kabupaten Dharmasraya.
Di sisi lain, finalis POI 2024 asal Trenggalek, Laili Soimaturohmah, mengaku bangga bisa menjadi finalis POI 2024. "Saya bisa turut ikut andil mempromosikan Kabupaten Trenggalek," tuturnya. (kho/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa