RADAR TULUNGAGUNG – Desa Bendo, yang terletak di Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam sektor ekonomi masyarakat melalui industri rumah tangga pembuatan tahu.
Usaha ini menjadi potensi unggulan desa yang mampu bertahan dan berkembang secara konsisten di tengah berbagai tantangan.
Tahu, olahan berbahan dasar kedelai ini, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari menu harian masyarakat lintas kalangan.
Cita rasanya yang gurih serta teksturnya yang lembut membuatnya mudah dijumpai, mulai dari warung makan sederhana hingga restoran kelas atas.
Tak hanya disajikan sebagai lauk, tahu juga diolah menjadi aneka produk kuliner seperti tahu bakso, tahu isi, siomay, gado-gado, hingga keripik tahu.
Salah satu pengrajin tahu setempat, Makon, mengungkapkan bahwa usaha ini telah digelutinya selama bertahun-tahun dan menjadi sumber utama penghidupan keluarganya.
Meski proses produksi masih dilakukan secara tradisional, produk tahu hasil usahanya tetap diminati pasar.
"Setiap hari kami memproduksi dalam jumlah cukup banyak, dan selalu habis terjual," ujar Makon.
Proses pembuatan tahu dimulai dari perendaman kedelai selama 4 hingga 10 jam, dilanjutkan dengan penggilingan hingga menjadi bubur.
Bubur kedelai tersebut kemudian dimasak dan disaring untuk menghasilkan sari kedelai, yang selanjutnya dicampur dengan larutan asam cuka (asam asetat) sebagai penggumpal.
Setelah menggumpal, adonan dicetak dan dipres menggunakan kain khusus hingga terbentuk tahu yang padat dan siap dipasarkan.
Bahan utama yang digunakan dalam produksi tahu antara lain kacang kedelai, air bersih, garam, serta air biang dari sisa produksi sebelumnya.
Industri ini umumnya digerakkan oleh tenaga kerja terbatas, berkisar antara dua hingga enam orang per unit produksi, dan dikelola secara mandiri oleh warga.
Saat ini, produk tahu Desa Bendo dipasarkan secara lokal, meliputi wilayah desa dan sejumlah pasar tradisional di Kecamatan Gondang.
Meski belum menjangkau pasar yang lebih luas, produk ini juga rutin disuplai ke pedagang sayur dan penjual makanan di pasar sekitar.
Permintaan terhadap tahu Desa Bendo terus meningkat, bahkan para pengrajin kerap kewalahan memenuhi kebutuhan konsumen.
Melihat besarnya potensi ini, industri tahu di Desa Bendo dinilai layak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun pihak swasta.
Dukungan berupa pelatihan, akses permodalan, serta pengembangan pemasaran digital diyakini mampu mendorong industri rumah tangga ini untuk tumbuh lebih pesat dan memiliki daya saing yang tinggi di masa mendatang.***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri