JAKARTA - Denny Darko akhirnya mengungkap fakta mengejutkan tentang keluarganya yang ternyata merupakan pemilik pabrik rokok legendaris Reco Pentung Tulungagung. Dalam sebuah wawancara podcast, Denny Darko membantah isu pesugihan Nyi Roro Kidul yang selama ini dikaitkan dengan kejayaan bisnis rokok keluarganya.
Pengakuan tersebut langsung menarik perhatian publik karena nama Reco Pentung pernah menjadi salah satu merek kretek terkenal di Jawa Timur dan sempat berjaya sejak era 1940-an. Denny Darko bahkan menyebut keluarganya pernah berada di puncak kejayaan industri rokok sebelum akhirnya bangkrut akibat regulasi dan masalah manajemen perusahaan.
“Kalau perusahaan rokoknya masih ada, saya mungkin enggak jadi entertainer,” ujar Denny Darko sambil bercanda dalam wawancara tersebut.
Nama Reco Pentung sendiri mendadak kembali viral di media sosial setelah muncul berbagai konten horor yang mengaitkan pabrik tua itu dengan cerita mistis dan pesugihan.
Denny Darko Sebut Reco Pentung Pernah Jadi Raksasa Rokok Tulungagung
Dalam penjelasannya, Denny Darko mengungkap bahwa Reco Pentung didirikan keluarganya sekitar tahun 1946, bertepatan dengan masa awal kemerdekaan Indonesia. Pabrik rokok itu dirintis oleh kakeknya, Sumiran Karsodiwiryo, yang dikenal sebagai tokoh industri kretek di Tulungagung.
Menurut Denny, kejayaan Reco Pentung pernah sangat besar hingga keluarganya memiliki hubungan dekat dengan pendiri Gudang Garam di Kediri.
“Waktu itu pabrik rokok kretek memang sedang marak di Indonesia. Kakek saya juga berteman baik dengan pendiri Gudang Garam,” kata Denny.
Baca Juga: Review Vivo Y29 5G: HP 2 Jutaan dengan Performa Ngebut, Baterai Awet, dan Standar Militer
Ia mengungkapkan Reco Pentung sempat berjaya pada era 1970-an hingga 1990-an. Bahkan masyarakat Tulungagung disebut masih hafal jingle legendaris rokok tersebut.
“Rokok Reco Pentung weton pabrik Tulungagung,” ucapnya menirukan slogan iklan lawas berbahasa Jawa.
Namun kejayaan itu perlahan runtuh setelah perusahaan mengalami tekanan regulasi industri rokok, persoalan adaptasi bisnis, dan masalah keuangan. Denny menyebut proses kepailitan perusahaan terjadi sekitar 2001 hingga 2002.
Meski begitu, ia mengatakan keluarganya sempat berharap bisa menghidupkan kembali warisan bisnis tersebut suatu saat nanti.
Isu Pesugihan Nyi Roro Kidul Dibantah Keras oleh Denny Darko
Selain membahas bisnis keluarga, Denny Darko juga menanggapi isu mistis yang selama ini melekat pada pabrik Reco Pentung. Cerita tersebut muncul setelah sejumlah konten kreator horor melakukan penelusuran di bekas pabrik rokok yang kini terbengkalai.
Salah satu isu yang paling ramai adalah tudingan bahwa kejayaan Reco Pentung berasal dari pesugihan dengan Nyi Roro Kidul.
Denny membantah tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kakeknya memang pernah membangun tempat wisata di kawasan Pantai Popoh, Tulungagung, pada era 1970-an hingga 1980-an.
Di lokasi itu terdapat lukisan besar Nyi Roro Kidul sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya masyarakat nelayan setempat yang masih mempercayai mitos Laut Selatan.
Baca Juga: Mario Aji Kejutkan Rider Spanyol di Jerez, Misi Podium Pertama Moto2 Kian Realistis
“Bukan menyembah. Kakek saya hanya menghormati budaya setempat,” tegasnya.
Ia juga mengatakan sang kakek merupakan seorang muslim dan tidak pernah melakukan praktik pesugihan. Menurutnya, masyarakat hanya menafsirkan kesuksesan besar keluarga mereka dengan cerita mistis yang berkembang di lingkungan sekitar.
“Buat saya itu hanya penggambaran hikayat yang kemudian dipercaya orang,” katanya.
Baca Juga: Mengapa Mario Aji Kerap Terjatuh di Moto2 2026? Ini Analisis Mendalam Penyebab Utamanya
Denny Darko Ingin Hidupkan Lagi Warisan Reco Pentung
Denny Darko juga mengungkap cerita pribadi mengenai ayahnya yang merupakan peracik rasa utama rokok Reco Pentung. Sang ayah disebut memegang peran penting dalam menentukan cita rasa khas kretek produksi keluarganya.
Menurut Denny, ayahnya pernah berharap pabrik rokok itu tetap ada meski hanya dalam skala kecil sebagai bentuk warisan keluarga.
Namun ada satu hal yang membuatnya sulit meneruskan bisnis tersebut. Denny mengaku tidak merokok sejak muda meski sempat didorong keluarga untuk mengenal industri kretek.
“Semua saudara saya juga enggak ada yang merokok,” ujarnya.
Baca Juga: Infinix Hot 50 5G: HP 5G Terjangkau dengan Kamera Sony IMX582, Cek Kelebihan dan Kekurangannya
Meski demikian, Denny mengaku masih membuka peluang untuk menghidupkan kembali warisan Reco Pentung jika suatu saat menemukan mitra bisnis dan modal yang tepat.
Ia menegaskan tujuan utamanya bukan sekadar mengejar keuntungan besar, melainkan menjaga nilai sejarah dan budaya industri kretek lokal Tulungagung agar tidak hilang ditelan zaman.
Kini bangunan bekas pabrik Reco Pentung masih berdiri di Tulungagung meski sebagian sudah terbengkalai. Namun nama Reco Pentung tetap dikenang sebagai salah satu simbol kejayaan industri kretek rakyat di Jawa Timur.
Baca Juga: Infinix Hot 50 5G: HP 5G Rp2 Jutaan dengan Kamera Sony IMX 582, Apakah Layak Dibeli?
Editor : Novica Satya Nadianti