Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Misteri Pesugihan Monyet Ngujang Tulungagung, Warga Bongkar Ritual hingga Sosok Monyet Putih yang Diyakini Penanda Kekayaan

Novica Satya Nadianti • Senin, 25 Mei 2026 | 20:28 WIB
Pesugihan monyet Ngujang Tulungagung kembali viral. Warga bongkar ritual sumur, selamatan, hingga mitos monyet putih pencari kekayaan.(GEMINI AI)
Pesugihan monyet Ngujang Tulungagung kembali viral. Warga bongkar ritual sumur, selamatan, hingga mitos monyet putih pencari kekayaan.(GEMINI AI)

 

TULUNGAGUNG - Misteri pesugihan monyet Ngujang di Tulungagung kembali menjadi perbincangan setelah sebuah video penelusuran kawasan makam umum Desa Ngujang mengungkap berbagai cerita mistis yang dipercaya warga sekitar. Tempat yang dihuni ratusan monyet liar itu disebut-sebut menjadi lokasi ritual pencari kekayaan dengan berbagai mitos menyeramkan, termasuk kemunculan monyet putih hingga ritual selamatan.

Kawasan yang berada di sisi utara Tulungagung tersebut dikenal masyarakat sebagai lokasi yang kerap didatangi peziarah dari luar daerah. Cerita mengenai pesugihan monyet Ngujang sudah lama berkembang dan dikaitkan dengan keberadaan kawanan monyet liar yang hidup di area pemakaman umum itu.

Tim penelusur dari kanal ekspedisi horor mengaku mendatangi lokasi sejak pagi hari. Namun, warga sekitar disebut enggan memberikan penjelasan terbuka mengenai ritual yang dipercaya berlangsung di kawasan tersebut.

Baca Juga: Misteri Makam Nyi Roro Kembang Sore Tulungagung, Legenda Cinta Tragis hingga Ritual Nyadran dan Pesugihan

Asal-usul Pesugihan Monyet Ngujang dan Legenda Sunan Kalijaga

Cerita mengenai pesugihan monyet Ngujang di Tulungagung memiliki beberapa versi yang dipercaya masyarakat. Salah satu legenda menyebut kawanan monyet di area makam merupakan jelmaan manusia yang semasa hidup mencari pesugihan lalu terkena bala setelah meninggal dunia.

Versi lain mengaitkan kisah tersebut dengan legenda Sunan Kalijaga. Dalam cerita yang berkembang, terdapat warga yang menolak ajakan salat Jumat dan memilih memancing. Penolakan itu disebut membuat sang warga dikutuk menjadi monyet.

“Kalau manusia tidak mau diajak salat berarti dia monyet atau kera,” demikian cerita yang disampaikan warga setempat dalam video penelusuran tersebut.

Baca Juga: Asal Usul Pesugihan Kembang Sore Tulungagung, Makam Roro Kembang Sore Disebut Jadi Tempat Ritual Mencari Kekayaan

Keberadaan ratusan monyet liar juga menjadi perhatian tersendiri. Tim penelusur mengaku melihat banyak monyet saat tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Namun ketika waktu beranjak siang sekitar pukul 13.00 WIB, kawanan monyet itu mendadak hilang tanpa jejak.

Fenomena tersebut dianggap menjadi salah satu keanehan paling sering dibicarakan warga. Sebab, area pemakaman itu berada di dekat perkampungan dan jalan raya, bukan kawasan hutan lebat.

Selain itu, makam yang dianggap paling dikeramatkan di lokasi tersebut dikenal dengan nama makam Setoreng. Makam itu dipercaya menjadi pusat ritual bagi orang yang ingin meminta kelancaran rezeki atau kekayaan.

Baca Juga: Bukan Hanya Mengurangi Limbah Pakaian, RE3 FOR-E PNM Turut Mengalirkan Manfaat bagi Usaha Nasabah Laundry

Ritual Pesugihan Disebut Melibatkan Sumur dan Selamatan

Sejumlah warga yang ditemui mengungkap ritual pesugihan di lokasi tersebut biasanya dilakukan melalui perantara juru kunci. Orang yang datang akan didata namanya sebelum menjalani ritual tertentu.

Salah satu ritual yang paling sering disebut adalah melihat bayangan di dalam sumur. Warga percaya, bila seseorang melihat bayangan tertentu di air sumur, maka permintaannya dianggap dikabulkan.

“Kalau hajatnya terkabulkan nanti ada bayangan yang terlihat di sumur,” ujar seorang warga lanjut usia yang mengaku sudah puluhan tahun tinggal di kawasan tersebut.

Ritual lain yang dipercaya masyarakat adalah selamatan setelah permintaan dianggap berhasil. Bentuk selamatan bergantung pada kemampuan ekonomi pelaku ritual, mulai dari ayam ingkung, kambing, hingga sapi.

Baca Juga: Bukan Hanya Mengurangi Limbah Pakaian, RE3 FOR-E PNM Turut Mengalirkan Manfaat bagi Usaha Nasabah Laundry

Warga juga menyebut banyak peziarah datang dari luar daerah seperti Madiun, Mojokerto, Jombang hingga Banyuwangi.

Meski begitu, beberapa narasumber membantah anggapan bahwa pelaku ritual akan berubah menjadi monyet. Mereka menyebut mitos yang berkembang lebih mengarah pada keyakinan bahwa pencari pesugihan akan memelihara monyet putih di rumah sebagai simbol tertentu.

Cerita mengenai monyet putih ini menjadi salah satu kisah paling dipercaya masyarakat sekitar dan terus diwariskan secara turun-temurun.

Warga Pilih Tertutup, Lokasi Justru Jadi Daya Tarik Mistis

Penelusuran di kawasan makam Desa Ngujang menunjukkan sebagian besar warga memilih tertutup saat ditanya soal ritual pesugihan. Tim penelusur mengaku sempat mewawancarai sekitar 10 orang, namun hampir semuanya meminta agar pertanyaan diarahkan kepada juru kunci.

Baca Juga: Denny Darko Bongkar Fakta Keluarga Bos Reco Pentung, Bantah Pesugihan Nyi Roro Kidul hingga Ungkap Kejatuhan Pabrik Rokok Legendaris

Sayangnya, juru kunci lokasi disebut tidak dapat ditemui karena sedang melayani banyak tamu yang datang pada hari itu.

Meski dikenal sebagai tempat yang memiliki aura mistis kuat, kawasan tersebut justru disebut tidak menyeramkan. Area pemakaman berada di lingkungan yang cukup ramai dan dekat dengan tempat nongkrong warga.

“Di sini enak, tidak mencekam seperti tempat lain,” ungkap tim penelusur dalam video tersebut.

Cerita mengenai pesugihan monyet Ngujang hingga kini masih menjadi bagian dari folklore masyarakat Tulungagung. Belum ada bukti ilmiah terkait berbagai ritual maupun mitos yang berkembang. Namun kisah tentang ratusan monyet yang tiba-tiba muncul dan menghilang tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pendatang yang penasaran dengan misteri kawasan tersebut.

Editor : Novica Satya Nadianti
#pesugihan monyet Ngujang #Tulungagung mistis #ritual pesugihan Jawa Timur #monyet putih Tulungagung #makam keramat Desa Ngujang