TULUNGAGUNG - Misteri pesugihan monyet Ngujang di Tulungagung kembali menjadi perbincangan setelah sebuah video penelusuran kawasan makam umum Desa Ngujang mengungkap berbagai cerita mistis yang dipercaya warga sekitar. Tempat yang dihuni ratusan monyet liar itu disebut-sebut menjadi lokasi ritual pencari kekayaan dengan berbagai mitos menyeramkan, termasuk kemunculan monyet putih hingga ritual selamatan.
Kawasan yang berada di sisi utara Tulungagung tersebut dikenal masyarakat sebagai lokasi yang kerap didatangi peziarah dari luar daerah. Cerita mengenai pesugihan monyet Ngujang sudah lama berkembang dan dikaitkan dengan keberadaan kawanan monyet liar yang hidup di area pemakaman umum itu.
Tim penelusur dari kanal ekspedisi horor mengaku mendatangi lokasi sejak pagi hari. Namun, warga sekitar disebut enggan memberikan penjelasan terbuka mengenai ritual yang dipercaya berlangsung di kawasan tersebut.
Asal-usul Pesugihan Monyet Ngujang dan Legenda Sunan Kalijaga
Cerita mengenai pesugihan monyet Ngujang di Tulungagung memiliki beberapa versi yang dipercaya masyarakat. Salah satu legenda menyebut kawanan monyet di area makam merupakan jelmaan manusia yang semasa hidup mencari pesugihan lalu terkena bala setelah meninggal dunia.
Versi lain mengaitkan kisah tersebut dengan legenda Sunan Kalijaga. Dalam cerita yang berkembang, terdapat warga yang menolak ajakan salat Jumat dan memilih memancing. Penolakan itu disebut membuat sang warga dikutuk menjadi monyet.
“Kalau manusia tidak mau diajak salat berarti dia monyet atau kera,” demikian cerita yang disampaikan warga setempat dalam video penelusuran tersebut.
Keberadaan ratusan monyet liar juga menjadi perhatian tersendiri. Tim penelusur mengaku melihat banyak monyet saat tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Namun ketika waktu beranjak siang sekitar pukul 13.00 WIB, kawanan monyet itu mendadak hilang tanpa jejak.
Fenomena tersebut dianggap menjadi salah satu keanehan paling sering dibicarakan warga. Sebab, area pemakaman itu berada di dekat perkampungan dan jalan raya, bukan kawasan hutan lebat.
Selain itu, makam yang dianggap paling dikeramatkan di lokasi tersebut dikenal dengan nama makam Setoreng. Makam itu dipercaya menjadi pusat ritual bagi orang yang ingin meminta kelancaran rezeki atau kekayaan.
Ritual Pesugihan Disebut Melibatkan Sumur dan Selamatan
Sejumlah warga yang ditemui mengungkap ritual pesugihan di lokasi tersebut biasanya dilakukan melalui perantara juru kunci. Orang yang datang akan didata namanya sebelum menjalani ritual tertentu.
Salah satu ritual yang paling sering disebut adalah melihat bayangan di dalam sumur. Warga percaya, bila seseorang melihat bayangan tertentu di air sumur, maka permintaannya dianggap dikabulkan.
“Kalau hajatnya terkabulkan nanti ada bayangan yang terlihat di sumur,” ujar seorang warga lanjut usia yang mengaku sudah puluhan tahun tinggal di kawasan tersebut.
Ritual lain yang dipercaya masyarakat adalah selamatan setelah permintaan dianggap berhasil. Bentuk selamatan bergantung pada kemampuan ekonomi pelaku ritual, mulai dari ayam ingkung, kambing, hingga sapi.
Warga juga menyebut banyak peziarah datang dari luar daerah seperti Madiun, Mojokerto, Jombang hingga Banyuwangi.
Meski begitu, beberapa narasumber membantah anggapan bahwa pelaku ritual akan berubah menjadi monyet. Mereka menyebut mitos yang berkembang lebih mengarah pada keyakinan bahwa pencari pesugihan akan memelihara monyet putih di rumah sebagai simbol tertentu.
Cerita mengenai monyet putih ini menjadi salah satu kisah paling dipercaya masyarakat sekitar dan terus diwariskan secara turun-temurun.
Warga Pilih Tertutup, Lokasi Justru Jadi Daya Tarik Mistis
Penelusuran di kawasan makam Desa Ngujang menunjukkan sebagian besar warga memilih tertutup saat ditanya soal ritual pesugihan. Tim penelusur mengaku sempat mewawancarai sekitar 10 orang, namun hampir semuanya meminta agar pertanyaan diarahkan kepada juru kunci.
Sayangnya, juru kunci lokasi disebut tidak dapat ditemui karena sedang melayani banyak tamu yang datang pada hari itu.
Meski dikenal sebagai tempat yang memiliki aura mistis kuat, kawasan tersebut justru disebut tidak menyeramkan. Area pemakaman berada di lingkungan yang cukup ramai dan dekat dengan tempat nongkrong warga.
“Di sini enak, tidak mencekam seperti tempat lain,” ungkap tim penelusur dalam video tersebut.
Cerita mengenai pesugihan monyet Ngujang hingga kini masih menjadi bagian dari folklore masyarakat Tulungagung. Belum ada bukti ilmiah terkait berbagai ritual maupun mitos yang berkembang. Namun kisah tentang ratusan monyet yang tiba-tiba muncul dan menghilang tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pendatang yang penasaran dengan misteri kawasan tersebut.
Editor : Novica Satya Nadianti