TULUNGAGUNG - Misteri pesugihan monyet Ngujang di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian publik setelah juru kunci makam membongkar berbagai mitos yang selama ini beredar di masyarakat. Kompleks makam Ngujang yang dipenuhi ratusan monyet disebut bukan tempat mencari kekayaan instan, melainkan lokasi ngalap berkah yang kerap disalahartikan.
Makam Ngujang yang berada di Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, memang sudah lama dikenal sebagai lokasi wisata spiritual. Banyak cerita berkembang soal ritual pesugihan hingga anggapan bahwa monyet-monyet di lokasi tersebut merupakan jelmaan manusia atau pelaku pesugihan.
Namun dalam penjelasannya, juru kunci makam menegaskan bahwa sebagian besar cerita yang beredar hanyalah persepsi masyarakat yang berkembang turun-temurun tanpa pemahaman utuh mengenai sejarah kawasan tersebut.
Juru Kunci Sebut Ngujang Bukan Tempat Pesugihan Instan
Dalam penelusuran yang dilakukan kanal YouTube eksplorasi misteri, juru kunci menjelaskan bahwa orang yang datang ke makam Ngujang sebenarnya lebih banyak mencari keberkahan hidup atau ngalap berkah.
“Kalau orang mencari keberkahan itu tidak mudah. Harus dijalani dengan kesabaran, keikhlasan, dan kesungguhan,” ujar juru kunci dalam keterangannya.
Ia menepis anggapan bahwa orang bisa tiba-tiba kaya tanpa usaha hanya dengan melakukan ritual tertentu di lokasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan tetap harus dibarengi kerja keras dan doa kepada Tuhan.
Juru kunci juga menjelaskan bahwa istilah pesugihan muncul karena banyak orang datang dengan harapan usaha lancar dan rezeki melimpah. Namun, sebagian pengunjung salah memahami konsep ngalap berkah sehingga berkembang menjadi cerita mistis tentang pesugihan.
“Kalau hanya datang lalu dapat uang sendiri, itu tidak ada,” tegasnya.
Dalam penjelasannya, ia beberapa kali menekankan filosofi Jawa tentang pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan usaha untuk mencapai kesuksesan hidup.
Asal Usul Mitos Monyet di Makam Ngujang
Mitos tentang monyet di makam Ngujang memiliki beberapa versi cerita yang berkembang di masyarakat Tulungagung. Salah satunya berkaitan dengan dakwah Sunan Kalijaga di kawasan tersebut.
Konon, saat menyebarkan agama Islam, ada santri yang justru bermain di atas pohon ketika pengajian berlangsung. Sang wali kemudian menyamakan perilaku mereka dengan monyet sehingga muncul legenda tentang kera di wilayah Ngujang.
Selain itu, berkembang pula cerita bahwa monyet di makam Ngujang merupakan jelmaan pelaku pesugihan yang meninggal dunia. Namun juru kunci membantah anggapan tersebut.
“Kalau kera gaib, tidak semua orang bisa melihat. Tapi ini kera biasa yang dilindungi,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa ratusan monyet di area makam sebenarnya hidup berkelompok dan berpindah-pindah tempat di kawasan pemakaman serta area wisata sekitar. Karena sering muncul dan menghilang, masyarakat kemudian mengaitkannya dengan hal mistis.
Dalam video tersebut terlihat puluhan monyet dari berbagai ukuran berkeliaran di sekitar kompleks makam. Beberapa bahkan tampak terbiasa berinteraksi dengan manusia dan memakan makanan yang diberikan pengunjung.
Juru kunci juga menjelaskan asal-usul nama Ngujang. Menurut cerita turun-temurun, kata “Ngu” berasal dari suara monyet, sedangkan “Jang” dikaitkan dengan suara keras atau keramaian.
Rumor Prostitusi dan Ritual Rahasia Dibantah
Selain isu pesugihan, kompleks makam Ngujang juga sempat dikaitkan dengan dugaan praktik prostitusi terselubung. Namun tudingan tersebut dibantah langsung oleh juru kunci.
Ia memastikan area makam hanya digunakan untuk wisata spiritual dan ziarah masyarakat. Tidak ada aktivitas menyimpang seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
Di area makam sendiri terdapat bangunan yang kerap digunakan sebagian pengunjung untuk berdoa atau ritual spiritual. Tempat itu berada di tengah kompleks pemakaman umum Desa Ngujang yang dipenuhi makam warga.
Meski demikian, juru kunci kembali mengingatkan agar masyarakat tidak salah menafsirkan aktivitas spiritual di lokasi tersebut. Menurutnya, semua kembali pada niat masing-masing pengunjung.
“Kalau ingin sukses pasti ada tahap-tahapnya, tidak instan,” ujarnya.
Hingga kini, makam Ngujang Tulungagung tetap menjadi salah satu destinasi wisata spiritual paling terkenal di Jawa Timur. Cerita tentang pesugihan monyet, kerajaan kera gaib, hingga ritual ngalap berkah terus hidup di tengah masyarakat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dari berbagai daerah.
Editor : Novica Satya Nadianti