Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jejak Sejarah Perubahan Nama Ngrowo Jadi Tulungagung, Terungkap dari Kisah Bupati Partowijoyo

Novica Satya Nadianti • Senin, 25 Mei 2026 | 21:24 WIB
Perubahan nama Ngrowo menjadi Tulungagung terungkap dari sejarah Bupati Partowijoyo yang memimpin pada 1896-1901.(gemini AI)
Perubahan nama Ngrowo menjadi Tulungagung terungkap dari sejarah Bupati Partowijoyo yang memimpin pada 1896-1901.(gemini AI)

 

JAKARTA - Perubahan nama Ngrowo menjadi Tulungagung ternyata memiliki jejak sejarah panjang yang berkaitan erat dengan masa kepemimpinan Bupati ke-11 Tulungagung, Partowijoyo. Sosok bupati yang memimpin pada 1896 hingga 1901 itu disebut menjadi saksi penting pergantian nama daerah yang kini dikenal sebagai Kabupaten Tulungagung.

Informasi tersebut diungkap dalam penelusuran sejarah dan budaya di kompleks makam Bupati Partowijoyo yang berada di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Dalam penjelasan yang disampaikan pada tayangan bertema budaya tersebut, disebutkan bahwa nama Ngrowo resmi berubah menjadi Tulungagung pada masa pemerintahan Partowijoyo.

Perubahan nama Ngrowo menjadi Tulungagung menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah daerah di selatan Jawa Timur itu. Nama Tulungagung kini identik dengan kota marmer, budaya Jawa, hingga sejarah panjang pemerintahan di era kolonial Hindia Belanda.

Baca Juga: Homo Wajakensis, Manusia Purba dari Tulungagung yang Disebut Sudah Berpikir Maju, Ini Fakta dan Ciri-Cirinya

Bupati Partowijoyo Disebut Menjadi Saksi Perubahan Nama Ngrowo

Kompleks makam Partowijoyo di Desa Podorejo menjadi titik penelusuran sejarah perubahan nama Ngrowo menjadi Tulungagung. Dalam tayangan tersebut dijelaskan bahwa Partowijoyo menjabat sebagai Bupati Tulungagung pada periode 1896 sampai 1901.

Pada masa itulah, nama Kabupaten Ngrowo disebut mulai berganti menjadi Tulungagung. Pergantian nama ini diyakini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berkaitan dengan identitas budaya dan perkembangan wilayah saat itu.

Nama Ngrowo sendiri dikenal berasal dari kondisi wilayah yang dahulu banyak rawa atau genangan air. Sementara Tulungagung memiliki makna yang berkaitan dengan sumber air besar. Pergeseran nama tersebut dianggap merepresentasikan perubahan karakter wilayah dan tata pemerintahan.

Baca Juga: Homo Wajakensis, Manusia Purba dari Tulungagung yang Hidup 40 Ribu Tahun Lalu, Ini Ciri-Ciri Lengkapnya

Dalam penelusuran sejarah itu juga disebutkan adanya sejumlah cerita masyarakat mengenai kondisi sosial dan politik pada masa pemerintahan kolonial. Beberapa kisah berkembang secara turun-temurun dan masih dipercaya sebagian warga hingga kini.

Penelitian Sejarah Tulungagung Pernah Dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta

Sejarah perubahan nama Ngrowo menjadi Tulungagung ternyata juga pernah masuk dalam kajian peneliti sejarah dan arkeologi. Dalam tayangan disebutkan bahwa Balai Arkeologi Yogyakarta pernah melakukan penelitian terkait sejarah wilayah tersebut pada 1986.

Penelitian itu dikaitkan dengan dokumen dan peninggalan sejarah yang masih tersimpan di kawasan makam maupun arsip pemerintahan lama. Sejumlah peneliti disebut berupaya menelusuri asal-usul perubahan nama daerah hingga kaitannya dengan pemerintahan pada akhir abad ke-19.

Baca Juga: Homo Sapiens di Indonesia: Jejak Homo Wajakensis hingga Homo Floresiensis yang Masih Picu Kontroversi Ilmiah

Selain itu, terdapat pula penyebutan mengenai tokoh dan dokumen lama yang menjadi rujukan sejarah Tulungagung. Meski sebagian informasi berkembang dalam bentuk cerita tutur masyarakat, keberadaan penelitian arkeologi dinilai memperkuat pentingnya pelestarian sejarah lokal.

Sejarah Tulungagung sendiri memiliki banyak keterkaitan dengan perkembangan kerajaan di Jawa Timur hingga masa kolonial Belanda. Karena itu, situs makam bupati lama dan bangunan peninggalan masa lampau dianggap memiliki nilai penting sebagai sumber sejarah daerah.

Kompleks Makam Bupati Tulungagung Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Kompleks makam Bupati Partowijoyo kini tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga mulai dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya di Tulungagung. Lokasinya yang berada di Desa Podorejo sering dikunjungi masyarakat yang ingin mengetahui sejarah pergantian nama Ngrowo menjadi Tulungagung.

Baca Juga: Fakta Sebenarnya Pesugihan Monyet Ngujang Tulungagung, Juru Kunci Bongkar Asal Usul Kera dan Ritual Ngalap Berkah

Dalam tayangan tersebut juga disinggung adanya kunjungan peneliti dan tamu dari luar negeri yang tertarik mempelajari sejarah lokal Tulungagung. Hal itu menunjukkan bahwa sejarah daerah memiliki daya tarik tersendiri, termasuk bagi peneliti internasional.

Keberadaan situs sejarah seperti makam bupati dinilai penting untuk menjaga memori kolektif masyarakat mengenai asal-usul daerah mereka. Apalagi, perubahan nama Ngrowo menjadi Tulungagung menjadi bagian penting identitas masyarakat setempat hingga sekarang.

Selain menjadi pengingat sejarah pemerintahan lama, situs makam tersebut juga memperlihatkan bagaimana perjalanan Tulungagung berkembang dari masa ke masa. Cerita mengenai Partowijoyo pun tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah perubahan besar di wilayah tersebut.

Baca Juga: Fakta Sebenarnya Pesugihan Monyet Ngujang Tulungagung, Juru Kunci Bongkar Asal Usul Kera dan Ritual Ngalap Berkah

Pergantian nama Ngrowo menjadi Tulungagung akhirnya tidak sekadar menjadi catatan administratif, melainkan bagian dari perjalanan sejarah dan budaya yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Editor : Novica Satya Nadianti
#Ngrowo menjadi Tulungagung #Bupati Partowijoyo #Kompleks makam Tulungagung #asal usul Tulungagung #sejarah tulungagung