JAKARTA - Legenda Joko Baru menjadi salah satu cerita rakyat paling terkenal di Tulungagung yang dipercaya berkaitan dengan asal-usul nama daerah tersebut. Kisah ini menceritakan perjalanan seorang pangeran pemberani yang terkena kutukan menjadi ular besar sebelum akhirnya menolong rakyat Desa Ngrowo dan diangkat menjadi pemimpin wilayah yang kemudian dikenal sebagai Tulungagung.
Cerita Joko Baru hingga kini masih sering diceritakan masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya lokal. Selain sarat unsur petualangan dan mistis, legenda tersebut juga mengandung pesan moral tentang ketaatan, ketulusan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kisah yang berkembang secara turun-temurun itu, Joko Baru disebut berasal dari Kerajaan Trenggalek dan memiliki watak berbeda dibanding saudara-saudaranya karena lebih senang berpetualang di hutan.
Joko Baru Dikutuk Menjadi Ular Besar karena Melanggar Perintah
Legenda Joko Baru bermula dari kehidupan seorang pangeran di Kerajaan Trenggalek yang dikenal pemberani dan gemar menjelajah hutan. Namun sifatnya yang keras kepala membuatnya sering mengabaikan nasihat dan perintah orang tua.
Dalam cerita rakyat tersebut, Joko Baru akhirnya menerima kutukan hingga tubuhnya berubah menjadi ular besar. Kutukan itu menjadi titik balik kehidupannya karena membuat sang pangeran dipenuhi penyesalan mendalam.
Setelah mengalami penderitaan panjang, Joko Baru memutuskan meninggalkan kerajaan untuk mencari jalan menghilangkan kutukan. Perjalanan itu membawanya bertemu seorang pertapa tua yang dikenal bijaksana.
Sang pertapa kemudian menjelaskan bahwa kutukan hanya dapat dihapus jika Joko Baru mau menolong orang lain dengan tulus. Ia diminta pergi menuju Desa Ngrowo yang saat itu sedang dilanda bencana air bah.
Pesan sang pertapa menjadi awal perjalanan penting Joko Baru menuju takdirnya sebagai tokoh besar dalam legenda asal-usul Tulungagung.
Joko Baru Menolong Desa Ngrowo dari Bencana Air Bah
Sesampainya di Desa Ngrowo, Joko Baru mendapati wilayah tersebut dipenuhi banjir besar. Air terus menggenangi pemukiman warga dan membuat kehidupan masyarakat menjadi sulit.
Dalam legenda disebutkan bahwa sumber bencana berasal dari bendungan besar yang menahan aliran air. Dengan kesaktiannya, Joko Baru kemudian berusaha membuka bendungan tersebut agar air dapat mengalir keluar.
Baca Juga: Jejak Sejarah Perubahan Nama Ngrowo Jadi Tulungagung, Terungkap dari Kisah Bupati Partowijoyo
Usaha itu akhirnya berhasil dan banjir di Desa Ngrowo perlahan surut. Warga yang sebelumnya hidup dalam ketakutan mulai kembali merasakan ketenangan dan kebahagiaan.
Rakyat Desa Ngrowo kemudian berbondong-bondong menyampaikan rasa terima kasih kepada Joko Baru karena telah menyelamatkan mereka dari bencana besar.
Setelah menolong warga dengan tulus, kutukan yang menimpa Joko Baru akhirnya hilang. Tubuhnya kembali menjadi manusia dan ia dipandang sebagai sosok bijaksana yang membawa harapan baru bagi masyarakat.
Joko Baru Diangkat Jadi Rajo Ngrowo dan Muncul Nama Tulungagung
Kabar keberhasilan Joko Baru menyelamatkan Desa Ngrowo akhirnya sampai ke kerajaan. Berkat jasa dan kebijaksanaannya, ia kemudian dipercaya menjadi pemimpin wilayah tersebut dengan gelar Rajo Ngrowo.
Dalam cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, masa kepemimpinan Joko Baru disebut membawa kedamaian dan kemakmuran bagi rakyatnya. Wilayah itu kemudian dikenal dengan nama Tulungagung.
Nama Tulungagung dipercaya berasal dari kata “tulung” yang berarti pertolongan dan “agung” yang bermakna besar. Nama tersebut dianggap menggambarkan jasa besar Joko Baru yang menolong rakyat Ngrowo dari bencana air bah.
Legenda Joko Baru juga menjadi simbol nilai luhur masyarakat Jawa tentang pentingnya ketulusan, pengabdian, dan keberanian menghadapi cobaan hidup.
Hingga kini, kisah Joko Baru masih terus diwariskan melalui cerita rakyat, pertunjukan budaya, hingga konten sejarah lokal di Tulungagung. Legenda tersebut tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan berubah menjadi lebih baik melalui perbuatan tulus kepada sesama.
Editor : Novica Satya Nadianti