Radar Tulungagung - Pencairan PKH dan BPNT tahap 2 hingga akhir Mei 2026 masih belum merata di sejumlah daerah. Namun di tengah penantian Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SD sebesar Rp450 ribu dilaporkan mulai cair pada 25 Mei 2026.
Informasi tersebut ramai dibahas masyarakat karena banyak KPM mengaku bantuan PKH dan BPNT tahap kedua belum masuk ke rekening KKS mereka. Meski begitu, sejumlah penerima mulai diminta rutin mengecek saldo dan status bantuan melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos.
Pemerintah juga disebut masih melanjutkan penyaluran beberapa bantuan lain seperti bantuan beras, minyak goreng, hingga bantuan atensi bagi masyarakat yang memenuhi syarat penerima bansos 2026.
PKH dan BPNT Tahap 2 Disebut Masih Dalam Proses Pencairan
Hingga pekan terakhir Mei 2026, banyak KPM mengaku bantuan PKH dan BPNT tahap 2 belum cair di rekening KKS mereka. Kondisi ini terjadi di berbagai daerah dengan bank penyalur yang berbeda-beda.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap bersabar karena proses pencairan bantuan sosial dilakukan bertahap sesuai kesiapan data pemerintah pusat dan daerah.
“Kalau periode di aplikasi Cek Bansos sudah berubah menjadi April, Mei, Juni, biasanya bantuan tinggal menunggu masuk ke rekening KKS,” demikian penjelasan yang disampaikan dalam informasi bansos terbaru Mei 2026.
KPM disarankan melakukan pengecekan berkala minimal satu kali sehari, baik melalui aplikasi Cek Bansos maupun ATM bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN.
Banyak penerima bantuan berharap pencairan bansos PKH dan BPNT tahap kedua bisa berlangsung lebih masif dalam pekan ini mengingat masih banyak saldo KKS yang kosong.
Program PKH sendiri merupakan bantuan sosial bersyarat untuk keluarga miskin dan rentan, sedangkan BPNT diberikan dalam bentuk bantuan kebutuhan pangan pokok melalui kartu sembako.
Bantuan PIP Rp450 Ribu untuk Siswa SD Mulai Cair
Selain PKH dan BPNT, bantuan yang terpantau mulai cair pada 25 Mei 2026 adalah Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa sekolah dasar.
Nominal bantuan yang masuk ke rekening penerima dilaporkan mencapai Rp450 ribu per siswa SD. Penyaluran dilakukan bertahap melalui rekening SimPel dan bank penyalur yang bekerja sama dengan pemerintah.
PIP menjadi salah satu bantuan pendidikan yang paling ditunggu masyarakat karena ditujukan untuk membantu biaya sekolah siswa dari keluarga kurang mampu.
Pencairan PIP ini juga sejalan dengan kabar bahwa pemerintah tengah mempercepat distribusi sejumlah bantuan sosial menjelang akhir Mei 2026.
KPM dan orang tua siswa diminta aktif mengecek rekening bantuan secara berkala karena pencairan dilakukan berbeda di tiap daerah dan sekolah.
“Kalau sudah cair, biasanya penerima langsung mendapat saldo masuk sesuai jenjang pendidikan masing-masing,” ujar salah satu informasi yang beredar di kalangan penerima bantuan pendidikan.
Selain siswa SD, bantuan PIP untuk jenjang SMP dan SMA juga disebut masih dalam proses penyaluran bertahap.
Bantuan Beras dan Minyak Goreng Masih Berlanjut hingga Akhir Mei
Pemerintah juga disebut masih melanjutkan program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi masyarakat penerima bantuan sosial.
Program tersebut menjadi tambahan bantuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan kebutuhan pokok selama 2026.
Masyarakat yang sudah terdaftar sebagai penerima bantuan diminta rutin memantau informasi resmi terkait jadwal pencairan dan distribusi bantuan pangan.
Di sisi lain, banyak KPM mulai saling berbagi informasi pencairan melalui media sosial dan grup komunitas penerima bansos. Informasi mengenai daerah, bank penyalur, hingga status saldo KKS dinilai membantu penerima lain mengetahui perkembangan pencairan di wilayah masing-masing.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat memastikan data kependudukan dan rekening bantuan tetap aktif agar proses penyaluran tidak mengalami kendala.
Hingga kini, pencairan bantuan sosial tahap kedua masih berlangsung bertahap. KPM diminta tetap sabar menunggu proses distribusi selesai sambil rutin mengecek aplikasi Cek Bansos dan rekening KKS masing-masing.
Editor : Maylanni Diana Fitri