Radar Tulungagung – Pencairan bansos BPNT tahap 2 tahun 2026 masih terus berlangsung di berbagai daerah. Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) pemegang kartu KKS Bank BRI dilaporkan baru menerima saldo bantuan sebesar Rp600 ribu pada akhir Mei 2026.
Update terbaru menunjukkan pencairan BPNT tahap 2 mulai menyusul di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Minahasa dan Curup, Bengkulu. Selain BPNT, bantuan lain seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan BLT Dana Desa juga masih terus disalurkan secara bertahap.
Masyarakat yang bantuannya belum masuk diminta tetap tenang karena proses pencairan bansos memang tidak dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
Daerah yang Terpantau Cair BPNT Tahap 2 Hari Ini
Berdasarkan laporan terbaru, pencairan BPNT tahap 2 terpantau masuk ke rekening KKS Bank BRI di Kabupaten Minahasa. Sejumlah KPM dilaporkan menerima saldo bantuan sebesar Rp600 ribu untuk alokasi tahap kedua tahun 2026.
Selain Minahasa, pencairan juga dilaporkan terjadi di wilayah Curup, Bengkulu. KPM penerima BPNT di daerah tersebut juga mulai menerima saldo Rp600 ribu melalui kartu KKS Bank BRI.
“Alhamdulillah terpantau cair BPNT tahap 2 Bank BRI wilayah Curup Bengkulu. KPM baru menyusul cair Rp600.000,” disampaikan dalam update pencairan bansos terbaru.
Tak hanya BPNT, bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2026 juga masih aktif disalurkan ke rekening penerima. Pemerintah juga melanjutkan pencairan BLT Dana Desa sebesar Rp300 ribu untuk masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat.
Penyaluran bantuan dilakukan bertahap sesuai proses validasi data dan kesiapan bank penyalur di masing-masing daerah.
Penyebab BPNT Belum Cair Meski Daerah Lain Sudah Masuk
Masih banyak KPM yang mempertanyakan alasan bantuan BPNT tahap 2 belum masuk rekening meski wilayah lain sudah menerima pencairan.
Pendamping sosial menjelaskan bahwa proses pencairan bansos tidak dilakukan serentak. Ada daerah yang menerima lebih awal dan ada pula yang pencairannya menyusul beberapa hari kemudian.
Karena itu, masyarakat diminta tidak panik apabila saldo bantuan belum muncul di rekening KKS.
“Cek rekening secara berkala saja, tidak perlu setiap jam. Terlalu sering cek tidak mempercepat pencairan,” disampaikan dalam informasi terbaru bansos Mei 2026.
Selain faktor antrean penyaluran, keterlambatan pencairan juga bisa dipengaruhi status kepesertaan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN).
Bansos hanya dapat dicairkan apabila status penerima masih aktif dan memenuhi syarat sebagai keluarga penerima manfaat.
Masalah rekening juga menjadi salah satu penyebab bantuan tertahan. Rekening KKS yang pasif, kartu rusak, atau ketidaksesuaian data penerima dapat membuat saldo bansos belum bisa masuk.
Karena itu, KPM diimbau memastikan kartu KKS masih aktif dan data kependudukan sesuai dengan Dukcapil.
KPM Diimbau Sabar dan Rutin Pantau Status Pencairan
Pemerintah memastikan penyaluran BPNT tahap 2 tahun 2026 masih terus berjalan hingga seluruh kuota penerima terpenuhi.
KPM yang belum menerima bantuan diminta bersabar dan rutin melakukan pengecekan saldo secara berkala, cukup satu hingga dua kali sehari.
Selain melalui ATM KKS, masyarakat juga dapat memantau status bansos lewat aplikasi resmi Cek Bansos maupun bertanya langsung kepada pendamping sosial di wilayah masing-masing.
Sementara itu, penerima yang sudah cair diimbau memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan utama keluarga, terutama untuk kebutuhan pangan dan pendidikan anak.
“Selamat bagi yang sudah cair dan bagi yang belum cair mohon bersabar dulu karena pencairan dilakukan bertahap,” demikian imbauan dalam update bansos terbaru.
Dengan pencairan yang masih berlangsung hingga akhir Mei 2026, masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dan tidak mudah percaya pada kabar hoaks terkait penyaluran bantuan sosial.
Editor : Maylanni Diana Fitri