Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Larangan Baju Hijau di Pantai Selatan Masih Jadi Perdebatan, Begini Sejarah dan Makna yang Dipercaya Masyarakat Pesisir

Ingge Nayla Ayu Karina • Selasa, 23 Juni 2026 | 10:30 WIB
Larangan baju hijau di Pantai Selatan masih dipercaya. Simak sejarah, makna budaya, dan fakta yang melatarbelakanginya.
Larangan baju hijau di Pantai Selatan masih dipercaya. Simak sejarah, makna budaya, dan fakta yang melatarbelakanginya.gemini ai

 

TULUNGAGUNG - Larangan baju hijau di Pantai Selatan hingga kini masih menjadi salah satu mitos yang paling dikenal masyarakat Indonesia. Meski tidak memiliki dasar ilmiah, cerita tersebut terus bertahan dan menjadi bagian dari budaya yang berkembang di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa.

 

Banyak wisatawan yang pertama kali berkunjung ke kawasan Pantai Selatan sering mendengar peringatan agar tidak mengenakan pakaian berwarna hijau. Larangan baju hijau di Pantai Selatan bahkan telah menjadi cerita yang diwariskan secara turun-temurun dan terus menarik rasa penasaran masyarakat.

 

Popularitas larangan baju hijau di Pantai Selatan tidak lepas dari berbagai kisah yang berkembang di masyarakat. Cerita tersebut semakin dikenal luas berkat media sosial, tayangan dokumenter, hingga berbagai konten wisata yang mengangkat misteri Laut Selatan.

 

Mitos yang Sudah Berkembang Sejak Lama

 

Kepercayaan mengenai larangan mengenakan pakaian hijau sebenarnya bukan cerita baru. Masyarakat pesisir selatan Jawa telah mengenalnya selama bertahun-tahun dan menjadikannya bagian dari tradisi yang terus diceritakan kepada generasi berikutnya.

 

Dalam berbagai versi cerita rakyat, warna hijau sering dikaitkan dengan sosok penguasa Laut Selatan. Karena itulah sebagian masyarakat percaya bahwa penggunaan warna tersebut saat berada di kawasan pantai dapat dianggap tidak sopan atau kurang menghormati tradisi yang ada.

 

Meski demikian, tidak semua masyarakat mempercayai cerita tersebut secara harfiah. Banyak yang menganggapnya sebagai simbol budaya yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal.

 

Warna Hijau dan Hubungannya dengan Laut Selatan

 

Sejumlah budayawan menilai bahwa munculnya larangan baju hijau di Pantai Selatan bisa jadi memiliki kaitan dengan kondisi alam setempat. Warna hijau yang menyerupai warna air laut pada kondisi tertentu dianggap dapat menyulitkan proses pencarian apabila terjadi kecelakaan di laut.

 

Pendapat lain menyebutkan bahwa warna hijau dipilih sebagai simbol dalam cerita rakyat karena memiliki makna khusus dalam tradisi masyarakat Jawa. Seiring berjalannya waktu, simbol tersebut berkembang menjadi mitos yang dipercaya oleh banyak orang.

 

Terlepas dari berbagai penafsiran yang ada, cerita mengenai warna hijau tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari legenda Pantai Selatan.

 

Pantai Selatan yang Dikenal Memiliki Ombak Besar

 

Selain terkenal karena cerita mistisnya, Pantai Selatan memang memiliki karakter alam yang berbeda dibandingkan banyak pantai lain di Indonesia. Kawasan ini berhadapan langsung dengan Samudra Hindia yang dikenal memiliki gelombang tinggi dan arus laut yang kuat.

 

Kondisi tersebut membuat wisatawan harus lebih waspada saat beraktivitas di sekitar pantai. Banyak insiden yang terjadi bukan karena hal mistis, melainkan akibat kurangnya pemahaman terhadap karakter alam kawasan tersebut.

 

Karena itu, sejumlah pemerhati budaya berpendapat bahwa mitos larangan baju hijau mungkin berkembang sebagai bentuk peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati ketika berada di Pantai Selatan.

 

Menjadi Bagian dari Daya Tarik Wisata

 

Meskipun sering menimbulkan perdebatan, larangan baju hijau justru menjadi salah satu cerita yang membuat Pantai Selatan semakin menarik bagi wisatawan. Banyak pengunjung yang penasaran dengan asal-usul mitos tersebut dan mencari informasi lebih lanjut saat berkunjung.

 

Cerita rakyat seperti ini juga memberikan warna tersendiri bagi dunia pariwisata. Selain menikmati panorama laut yang indah, wisatawan dapat mengenal berbagai tradisi dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat setempat.

 

Pelaku wisata menilai bahwa legenda dan cerita rakyat merupakan aset budaya yang dapat memperkaya pengalaman wisata. Selama disampaikan secara bijak, cerita tersebut dapat menjadi sarana edukasi mengenai sejarah dan budaya lokal.

 

Larangan baju hijau di Pantai Selatan pada akhirnya bukan hanya soal kepercayaan semata. Di balik cerita yang berkembang, terdapat warisan budaya yang menunjukkan bagaimana masyarakat pesisir memaknai hubungan mereka dengan laut. Itulah yang membuat mitos ini tetap bertahan dan terus menjadi perbincangan hingga sekarang.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Mitos Pantai Selatan #Legenda Laut Selatan #Larangan Baju Hijau di Pantai Selatan #pantai selatan Jawa #budaya jawa