Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Langit Eropa Bakal Gelap hingga 2 Menit

Hikmatul Insaniya • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Gerhana matahari total 12 Agustus 2026 bakal menggelapkan langit di sejumlah wilayah Eropa. Simak jalur totalitas, durasi, hingga cara aman menyaksikannya.
Gerhana matahari total 12 Agustus 2026 bakal menggelapkan langit di sejumlah wilayah Eropa. Simak jalur totalitas, durasi, hingga cara aman menyaksikannya.

 

MALANG - Gerhana matahari total 12 Agustus 2026 akan menjadi salah satu fenomena astronomi paling dinanti tahun ini. Peristiwa langka tersebut akan membuat langit di sejumlah wilayah berubah gelap seperti senja meski waktu masih menunjukkan siang hari.

Gerhana matahari total 12 Agustus 2026 terjadi ketika Bulan melintas tepat di antara Matahari dan Bumi. Posisi tersebut membuat bayangan Bulan menutupi seluruh piringan Matahari dari wilayah yang berada di jalur totalitas.

Fenomena gerhana matahari total 12 Agustus 2026 tidak dapat disaksikan secara penuh dari seluruh dunia. Jalur totalitas akan melewati sebagian wilayah Greenland, Islandia, Spanyol bagian utara, hingga Portugal bagian timur laut.

Baca Juga: Yamaha Fazzio Hadirkan Special Edition Sunset Blue, Tampilkan Nuansa Retro Summer yang Semakin Skena

Jalur Totalitas Membentang 8.300 Kilometer

Menurut informasi dalam video, jalur totalitas gerhana membentang sekitar 8.300 kilometer. Lintasan tersebut dimulai dari kawasan Arktik, kemudian melintasi Greenland, Islandia, Portugal, dan berakhir di wilayah Spanyol bagian utara.

Durasi totalitas berbeda-beda di setiap wilayah. Masyarakat di Greenland diperkirakan dapat menikmati kondisi langit gelap selama lebih dari dua menit.

Sementara itu, totalitas di Spanyol bagian utara berlangsung jauh lebih singkat. Durasi fase tersebut diperkirakan hanya sekitar 20 detik sebelum cahaya Matahari kembali terlihat.

Meski jalur totalitas menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan fenomena tersebut, kondisi cuaca tetap menjadi faktor penting. Awan atau gangguan atmosfer dapat menghalangi pandangan terhadap Matahari ketika gerhana berlangsung.

Bagi masyarakat yang berada di luar jalur totalitas, fenomena ini masih dapat disaksikan dalam bentuk gerhana sebagian di sejumlah wilayah Eropa, Afrika, dan Amerika Utara.

Jadi Sejarah bagi Spanyol

Gerhana matahari total kali ini juga menjadi peristiwa bersejarah bagi Spanyol. Fenomena tersebut disebut sebagai gerhana matahari total pertama yang dapat terlihat dari daratan Spanyol sejak 1905.

Gerhana 2026 sekaligus menjadi bagian awal dari rangkaian tiga gerhana matahari total yang akan melintasi Spanyol hingga 2028.

Bagi masyarakat yang tidak berada di jalur gerhana, siaran langsung dapat menjadi alternatif untuk menyaksikan proses totalitas. Salah satu lokasi yang disebutkan dalam video adalah Observatorium Astrofisika Javalambre di Teruel, Spanyol.

Baca Juga: Tepis Dugaan Mark Up Belanja Pegawai, BPKAD Tulungagung Jelaskan Penyebab SiLPA Rp 477 Miliar

Jadi Kesempatan bagi Ilmuwan

Gerhana matahari total bukan sekadar tontonan langit. Fenomena ini juga memberikan kesempatan bagi ilmuwan untuk melakukan penelitian terhadap korona Matahari.

Korona merupakan lapisan atmosfer terluar Matahari yang biasanya sulit diamati karena tertutup cahaya terang dari permukaan Matahari. Ketika totalitas terjadi, korona dapat terlihat sehingga memberikan kesempatan bagi peneliti untuk melakukan pengamatan lebih lanjut.

Dalam gerhana kali ini, para peneliti juga berencana menggunakan balon udara berketinggian tinggi untuk merekam bayangan Bulan dari atmosfer.

Penelitian tersebut memiliki kaitan dengan sejarah astronomi. Pengamatan gerhana pada 1919 menjadi salah satu bagian penting dalam pembuktian teori relativitas umum Albert Einstein.

Jangan Melihat Matahari Secara Langsung

NASA mengingatkan masyarakat agar tidak menatap Matahari secara langsung selama gerhana. Pengamatan harus dilakukan menggunakan perlengkapan pelindung mata yang sesuai.

Kacamata hitam biasa tidak dirancang untuk melindungi mata dari intensitas cahaya Matahari saat pengamatan gerhana. Pengamat disarankan menggunakan kacamata gerhana bersertifikasi atau perangkat optik yang telah dilengkapi filter Matahari khusus.

Setelah gerhana 12 Agustus 2026, fenomena serupa akan kembali terjadi pada 2 Agustus 2027. Jalurnya akan melintasi Spanyol bagian selatan, Afrika Utara, Arab Saudi, hingga Yaman.

Fenomena gerhana matahari total memang berlangsung singkat. Namun, kombinasi antara pemandangan langit yang berubah gelap, nilai sejarah, dan kesempatan penelitian ilmiah membuat peristiwa 12 Agustus 2026 layak dinantikan.

source: YouTube/@kompascom

Editor : Hikmatul Insaniya
gerhana matahari total 2026 12 Agustus 2026 Jalur Totalitas Gerhana fenomena astronomi gerhana matahari total