Gerhana Matahari Cincin Februari 2026, Ini Alasan Munculnya “Cincin Api”

Hikmatul Insaniya • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:10 WIB
Gerhana matahari cincin Februari 2026 menghadirkan “cincin api” di langit. Simak penyebab, waktu, jalur gerhana, dan rangkaian fenomena berikutnya.
Gerhana matahari cincin Februari 2026 menghadirkan “cincin api” di langit. Simak penyebab, waktu, jalur gerhana, dan rangkaian fenomena berikutnya.

 

JAKARTA - Gerhana matahari cincin Februari 2026 menjadi pembuka rangkaian fenomena gerhana yang akan menghiasi langit dalam beberapa tahun ke depan. Peristiwa yang dikenal sebagai annular solar eclipse ini menghadirkan efek visual menyerupai cincin api ketika Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari.

Gerhana matahari cincin Februari 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026. Puncaknya terjadi pukul 09.56 UTC atau setara dengan 16.56 WIB pada 17 Februari, berdasarkan konversi waktu tersebut.

Fenomena gerhana matahari cincin Februari 2026 terjadi karena Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, tetapi ukurannya tampak lebih kecil dari permukaan Bumi. Akibatnya, Bulan tidak menutupi Matahari sepenuhnya.

Baca Juga: HP Rp3 Jutaan Terbaik 2026, Ini 10 Smartphone Paling Layak Dibeli dengan Spek Flagship Murah

Kenapa Muncul “Cincin Api”?

Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi atau apogee. Pada posisi tersebut, diameter tampak Bulan lebih kecil dibandingkan Matahari jika dilihat dari Bumi.

Ketika Bulan bergerak tepat di depan Matahari, sebagian besar piringannya tertutup. Namun, lingkaran cahaya Matahari masih terlihat mengelilingi Bulan.

Lingkaran cahaya tersebut menciptakan tampilan yang dikenal sebagai “cincin api”. Secara astronomi, inilah ciri utama yang membedakan gerhana matahari cincin dari gerhana matahari total.

Pada puncak fenomena, Bulan diperkirakan menutupi sekitar 92 persen permukaan Matahari. Efek cincin api dapat berlangsung maksimal sekitar 2 menit 19 detik.

Durasi tersebut menjadi salah satu daya tarik fenomena gerhana yang membuka rangkaian peristiwa astronomi besar pada 2026.

Antartika Jadi Jalur Utama Gerhana

Sayangnya, fenomena ini tidak mudah disaksikan manusia secara langsung. Jalur utama gerhana matahari cincin Februari 2026 hanya melewati kawasan terpencil Antartika.

Wilayah tersebut hampir tidak berpenghuni dan memiliki akses yang sulit. Karena itu, kesempatan untuk menyaksikan fase cincin api secara langsung sangat terbatas.

Meski begitu, gerhana matahari sebagian masih dapat diamati dari wilayah tertentu. Area pengamatan mencakup Afrika bagian selatan serta ujung selatan Amerika Selatan.

Baca Juga: HP Rp3 Jutaan Terbaik 2026, 7 Pilihan Paling Worth It dengan Spek Kencang dan Kamera OIS

Besarnya bagian Matahari yang tertutup akan bergantung pada posisi pengamat terhadap jalur gerhana. Semakin jauh dari jalur utama, semakin kecil bagian Matahari yang tampak tertutup Bulan.

Pembuka Rangkaian Gerhana hingga 2028

Gerhana Februari 2026 bukanlah fenomena yang berdiri sendiri. Peristiwa tersebut menjadi pembuka rangkaian gerhana Matahari yang akan berlangsung dalam beberapa tahun berikutnya.

Sejumlah gerhana penting dijadwalkan terjadi hingga 2028. Rangkaian tersebut mencakup gerhana matahari total dan gerhana matahari cincin yang dapat diamati dari berbagai wilayah dunia.

Salah satu yang paling dinantikan adalah gerhana matahari total pada 2 Agustus 2027. Fenomena tersebut disebut sebagai “gerhana abad ini” karena fase totalitas diperkirakan berlangsung lebih dari enam menit.

Jalur totalitas gerhana 2027 juga membentang luas dari Afrika, Eropa, hingga Asia. Miliaran orang diperkirakan berkesempatan menyaksikan setidaknya fase gerhana sebagian.

Rangkaian fenomena tersebut membuat beberapa tahun ke depan menjadi periode menarik bagi pengamat langit. Gerhana matahari cincin Februari 2026 menjadi awal dari pertunjukan astronomi yang akan berlanjut dengan sejumlah fenomena besar lainnya.

source: YouTube/@kompascom

Editor : Hikmatul Insaniya
Gerhana Matahari 2026 Gerhana Matahari Cincin Februari 2026 Gerhana Matahari Total 2027 fenomena astronomi cincin api