Dihina Keluarga, Pak Agun Nekat Ikuti Pesugihan hingga Mengaku Alami Kejadian Mencekam

Mohammad Ibnu Syafi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 18:55 WIB
Kisah pesugihan Pak Agun pada 2008 bermula dari tekanan ekonomi dan hinaan keluarga. Ia mengaku menempuh ritual pesugihan hingga mengalami kejadian yang membuatnya bertobat.
Kisah pesugihan Pak Agun pada 2008 bermula dari tekanan ekonomi dan hinaan keluarga. Ia mengaku menempuh ritual pesugihan hingga mengalami kejadian yang membuatnya bertobat.

 

RADARTULUNGAGUNG- Kisah pesugihan Pak Agun bermula pada 2008 ketika tekanan ekonomi dan hinaan dari keluarga membuatnya ingin membuktikan diri. Dalam pengakuannya, pria asal wilayah Cirebon tersebut kemudian mengikuti ritual pesugihan dan mengaku mengalami serangkaian kejadian yang membuatnya menyesal.

Pak Agun menceritakan pengalaman itu dalam sebuah tayangan YouTube Malam Mencekam. Ia mengatakan saat itu sudah berkeluarga dan memiliki tiga anak.

Berawal dari Hinaan dan Keinginan Mengubah Nasib

Kisah pesugihan Pak Agun bermula ketika ia merasa terus dibandingkan dengan saudara-saudara istrinya yang memiliki pekerjaan tetap. Sementara itu, ia mengaku hanya mendapatkan pekerjaan serabutan sehingga kerap menerima ucapan yang menyakitkan dari keluarga.

Situasi tersebut membuat Pak Agun bertekad mengubah kehidupannya. Sebelum mengenal pesugihan, ia sempat bekerja ke Palembang bersama puluhan orang setelah mendapat tawaran pekerjaan di sektor pembukaan lahan.

Baca Juga: Pagelaran Seni Arena Gembira 5626 Sukses, Jadi Kebanggaan Pondok Modern Darul Hikmah

Namun, pekerjaan tersebut tidak berjalan sesuai kesepakatan. Pak Agun mengaku hanya membawa pulang sekitar Rp250 ribu setelah bekerja selama dua bulan, sehingga kondisi ekonominya tetap sulit.

Setelah kembali ke Cirebon, persoalan rumah tangganya juga memburuk. Ia mengaku mengetahui istrinya memiliki hubungan dengan pria lain. Konflik keluarga kemudian semakin memperkuat keinginannya untuk mencari jalan pintas.

“Saya ingin membuktikan keluarga istri saya bahwa saya ini ingin sugihlah, ingin kaya,” kata Pak Agun dalam tayangan tersebut.

Mengikuti Ritual Pesugihan di Pegunungan

Pak Agun kemudian diperkenalkan oleh seseorang yang disebutnya Abah Sangari kepada seorang kuncen. Ia mengaku menyampaikan keinginannya untuk mengubah nasib dan menjadi orang kaya.

Dalam ceritanya, Pak Agun bahkan mengaku bersedia menjadikan anaknya sebagai bagian dari syarat ritual. Namun, dalam proses berikutnya ia justru mendapat tawaran untuk menjadi sosok yang disebut sebagai babi ngepet. Tawaran itu ditolaknya.

Pak Agun kemudian mengikuti ritual lain di kawasan pegunungan sekitar Cikalahang. Ia datang bersama rombongan dan menjalani ritual seorang diri setelah orang-orang yang mengantarnya meninggalkan lokasi.

Selama ritual, Pak Agun mengaku melihat atau mendengar sejumlah hal yang menurutnya tidak biasa. Ia juga mengaku melihat gambaran harta dalam jumlah besar.

Baca Juga: Poco C81 Pro Punya Baterai 6.000 mAh, Layar 120 Hz dan Fitur AI

Namun, ketika mengucapkan rasa syukur karena merasa berhasil mendapatkan kekayaan, apa yang dilihatnya menurut pengakuannya berubah menjadi daun pisang kering.

Mengaku Mengalami Kelumpuhan hingga Bertobat

Setelah kembali ke Cirebon, Pak Agun mengaku mengalami kondisi tubuh yang membuatnya tidak dapat bergerak selama sekitar tiga bulan. Keluarganya kemudian membawanya berobat.

Ia mengatakan pemeriksaan medis yang dijalaninya tidak menemukan penyakit yang menjelaskan kondisi tersebut. Keluarga kemudian meminta bantuan tokoh agama dan orang yang sebelumnya mengantarnya mengikuti ritual.

Dalam tayangan tersebut, Pak Agun mengaitkan kondisi yang dialaminya dengan pengalaman ritual yang dijalaninya. Kesembuhannya juga ia ceritakan terjadi setelah mendapatkan bantuan dari Abah Sangari.

Baca Juga: 1.461 Perkara Perceraian Masuk PA Tulungagung hingga Juni 2026, Cerai Gugat dari Istri Masih Dominan

Pak Agun menegaskan bahwa tiga anaknya tetap selamat dan tidak menjadi korban dari keputusan yang sempat ia pikirkan. Ia juga mengaku telah bercerai dengan istrinya setelah berbagai persoalan rumah tangga tersebut.

Kini, Pak Agun mengaku telah meninggalkan pesugihan dan tidak ingin mengulangi pengalaman tersebut. Ia bahkan meminta masyarakat tidak mengikuti jalan yang pernah ditempuhnya.

Enggak akan mau lagi, Pak. Jangan dicontohin seperti saya ini,” ujarnya.

Kisah pesugihan Pak Agun tersebut merupakan kesaksian yang disampaikan dalam tayangan YouTube, sehingga berbagai pengalaman gaib yang diceritakannya tidak dapat dipastikan sebagai fakta secara independen. Dari sisi cerita, pengalaman tersebut menjadi pengakuan tentang bagaimana tekanan ekonomi, konflik keluarga, dan keinginan mendapatkan kekayaan secara instan membawanya mengambil keputusan yang kemudian ia sesali.

Editor : Mohammad Ibnu Syafi
pesugihan Indonesia Pesugihan Babi Ngepet pesugihan viral