RADARTULUNGAGUNG - Kisah pesugihan babi ngepet kembali muncul dalam cerita horor yang dibagikan Mas Arif, warga Tangerang. Saat masih duduk di kelas 3 SMP pada 1997, Arif mengaku mengalami mimpi berulang tentang lorong gelap, ruangan penuh lilin, dan seekor babi hutan. Belakangan, mimpi itu dikaitkan dengan dugaan ritual yang dilakukan orangtuanya.
Mimpi Babi Hutan Berulang hingga Mengganggu Tidur
Dalam cerita tersebut, Arif mengungkap keluarganya pernah hidup berkecukupan. Sang ayah memiliki empat perusahaan yang berkembang pesat, tetapi kondisi ekonomi keluarga berubah drastis setelah partner bisnisnya melakukan penipuan.
Baca Juga: Yadea G8S Pro Dipakai 2 Tahun, Biaya Listrik Cuma Rp50 Ribu tapi Ada Catatan Penting
Aset perusahaan kemudian disita bank karena keluarga tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran. Kehidupan yang sebelumnya serba berkecukupan berubah menjadi penuh keterbatasan.
Saat kondisi tersebut terjadi, Arif tetap berusaha menjalani sekolah dan ibadah. Ia mengaku mendapat pendidikan agama dari sang kakek dan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah.
Masalah baru muncul ketika Arif hendak melanjutkan pendidikan ke SMA. Ia sempat khawatir karena kondisi keuangan keluarganya, tetapi ibunya mengatakan biaya sekolah akan tetap dipenuhi.
Malam setelah percakapan tersebut, Arif mengaku mengalami mimpi yang sangat mengganggu. Dalam mimpi itu, ia berjalan melewati lorong gelap menuju sebuah ruangan remang-remang dengan lilin bernuansa merah.
Baca Juga: Review Yadea G8S Pro Setelah 2 Tahun: Baterai Jadi Catatan Penting
Arif kemudian melihat seekor babi hutan besar berlari ke arahnya. Setelah terbangun, ia mengaku berkeringat dingin dan langsung mengambil wudu untuk menunaikan salat malam.
Kakek Ungkap Dugaan Pesugihan Babi Ngepet
Mimpi tersebut, menurut cerita Arif, terus berulang hingga membuat kualitas tidurnya terganggu. Karena penasaran, ia kemudian mendatangi rumah kakeknya yang berjarak sekitar 30 kilometer dari tempat tinggalnya.
Arif menceritakan seluruh pengalaman tersebut kepada sang kakek. Dalam kisah yang disampaikan, sang kakek kemudian mengaitkan mimpi tentang ruangan dan babi dengan dugaan pesugihan babi ngepet yang dilakukan kedua orangtuanya.
Kecurigaan Arif semakin kuat karena terdapat sebuah kamar di lantai dua rumah yang dilarang didekati. Ia juga merasa heran karena kebutuhan keluarga, termasuk biaya sekolah, kembali terpenuhi meski sebelumnya mereka mengalami kesulitan ekonomi.
Arif dan kakeknya kemudian sepakat mendatangi rumah untuk menghentikan ritual tersebut. Mereka datang pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 dan masuk melalui pintu belakang.
Di lantai dua, keduanya mendengar suara ibunya dari sebuah kamar. Menurut cerita Arif, ia menduga ibunya sedang membaca mantra dengan bahasa Jawa.
Mereka kemudian mendobrak pintu kamar. Di dalam ruangan, Arif mengaku melihat lilin merah berukuran besar, sesajen, serta kain berwarna merah gelap.
Baca Juga: Mobil Bekas Taksi Bluebird Dibilang “Capek”, Ternyata Begini Perawatan dan Alasan Dijual
Ritual Dihentikan, Keluarga Memilih Memulai Hidup Baru
Setelah kejadian tersebut, ayah dan ibu Arif disebut menangis serta mengakui perbuatannya. Kakeknya meminta keduanya berhenti dan bertobat kepada Allah.
Keluarga tersebut kemudian mendatangi orang yang disebut memberikan ilmu pesugihan. Dalam cerita itu, kakek Arif terlibat perdebatan dengannya hingga akhirnya keluarga memilih menghentikan praktik tersebut.
Selanjutnya, kedua orangtua Arif disebut menjalani rukiah bersama seorang ulama di pesantren. Harta dan barang yang menurut cerita diperoleh melalui praktik tersebut kemudian diserahkan kepada kakek untuk ditangani sebagaimana mestinya.
Setelah itu, Arif mengaku melihat perubahan besar dalam kehidupan kedua orangtuanya. Mereka disebut semakin rajin menjalankan ibadah, termasuk salat, zikir, dan salat tahajud.
Keluarga tersebut kemudian menjalani kehidupan dengan lebih sederhana. Dalam cerita yang dibagikan, kebutuhan mereka perlahan kembali tercukupi melalui usaha dan ikhtiar.
Kisah Arif menekankan pesan bahwa kekayaan yang diperoleh secara instan bukanlah tujuan utama kehidupan. Cerita tersebut juga mengajak penonton menjauhi praktik yang dianggap bertentangan dengan ajaran agama dan memilih mencari rezeki melalui usaha yang halal.
Catatan: kisah pesugihan babi ngepet dalam artikel ini merupakan pengalaman pribadi yang diceritakan dalam video, bukan fakta yang telah diverifikasi secara independen.
Editor : Mohammad Ibnu Syafi