Hari Baik Buka Usaha Menurut Jawa, Hindari Hari Naas dan Beberapa Bulan Ini

Hikmatul Insaniya • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:40 WIB
Hari baik buka usaha menurut Jawa memiliki sejumlah perhitungan, mulai hari kelahiran hingga menghindari hari naas dan bulan tertentu.
Hari baik buka usaha menurut Jawa memiliki sejumlah perhitungan, mulai hari kelahiran hingga menghindari hari naas dan bulan tertentu.

 

JAKARTA - Hari baik buka usaha menurut Jawa memiliki beberapa perhitungan yang dipercaya masyarakat Jawa. Salah satunya dengan memperhatikan hari kelahiran serta menghindari hari yang dianggap kurang baik, seperti hari naas, macekan, tanggal, dan taliwangke.

Hal itu disampaikan Mbah Ji dalam sebuah perbincangan mengenai perhitungan tradisional Jawa. Menurutnya, terdapat beberapa versi dalam menentukan waktu yang tepat untuk mengawali usaha.

Untuk menentukan hari buka usaha, seseorang bisa menggunakan hari tertentu seperti Selasa Kliwon atau Jumat Legi. Namun, Mbah Ji juga menyebut penggunaan hari kelahiran sebagai pilihan.

Baca Juga: Bansos 2026 Status Exclude, Ini Penyebab dan Cara Sanggah agar Bisa Cair Lagi

Menurutnya, penggunaan hari kelahiran dapat menjadi pertimbangan karena setiap orang memiliki perhitungan masing-masing. Ia menekankan bahwa yang perlu diperhatikan adalah menghindari hari yang dianggap naas.

Hindari Hari Naas

Mbah Ji menjelaskan, hari naas berkaitan dengan pengalaman duka dalam keluarga. Ia memberikan contoh Selasa Kliwon dan Jumat Legi.

Jika ada anggota keluarga yang meninggal pada hari tersebut, hari itu disebut sebagai hari naas. Karena itu, hari tersebut dianggap kurang tepat untuk digunakan membuka usaha.

Baca Juga: Bansos 2026 Status Exclude, Ini Penyebab dan Cara Sanggah agar Bisa Cair Lagi

"Karena apa? Hari berduka kok dipakai bersuka," ujar Mbah Ji dalam percakapan tersebut.

Selain hari naas, terdapat pula istilah macekan, tanggal, dan taliwangke. Menurut penjelasannya, ketiganya juga menjadi bagian dari perhitungan penanggalan Jawa yang dapat dipertimbangkan ketika menentukan waktu.

Mbah Ji juga menyebut sejumlah bulan yang dianggap kurang baik untuk membuka usaha. Bulan tersebut adalah Selo, Suro, Mulud, dan Poso.

Ia menegaskan bahwa istilah yang digunakan adalah kurang baik, bukan berarti mutlak tidak boleh. Dengan demikian, bulan selain yang disebutkan masih dapat digunakan berdasarkan perhitungan yang diyakini.

Perhitungan Hari dan Pasaran

Dalam menentukan waktu, hari dan pasaran juga menjadi bagian dari perhitungan. Mbah Ji menyebut beberapa contoh hari yang perlu dihindari dalam perhitungan tahun tersebut, yakni Kamis Pon, Jumat Wage, dan Minggu Legi.

Baca Juga: PKH BPNT Tahap 3 Belum Cair? Ini 3 Penyebab yang Perlu Dicek

Ia menyebut perhitungan tersebut berkaitan dengan tahun Jimakir. Namun, penjelasan mengenai perhitungan hari dalam tradisi Jawa tidak berhenti pada pemilihan tanggal.

Dalam percakapan tersebut juga dijelaskan konsep guru dina atau arah berdasarkan hari. Sebagai contoh, Senin Legi memiliki jumlah tertentu yang kemudian digunakan untuk menentukan arah.

Mbah Ji menyebut jumlah Senin Legi adalah sembilan. Dalam perhitungan guru dina yang dijelaskan, angka tersebut menunjukkan arah timur.

Baca Juga: Desil 1-4 Tidak Dapat Bansos PKH/BPNT? Ini Solusi agar Bisa Cair Lagi

Sementara itu, pasaran memiliki pembagian arah tersendiri. Kliwon berada di tengah, Legi di timur, Pahing di selatan, Pon di barat, dan Wage di utara.

Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa tradisi Jawa memiliki berbagai cara dalam menentukan waktu dan arah berdasarkan hari serta pasaran.

Mbah Ji menekankan bahwa semua perhitungan tersebut merupakan bagian dari pengetahuan dan kebiasaan masyarakat Jawa zaman dahulu. Sebelum melakukan sesuatu, orang Jawa dahulu disebut terbiasa memperhitungkan waktu dan arah terlebih dahulu.

Dengan demikian, hari baik buka usaha menurut Jawa dalam pembahasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan satu tanggal tertentu. Ada sejumlah unsur yang diperhitungkan, mulai dari hari kelahiran, hari naas, bulan, hari, pasaran, hingga arah.

source: YouTube/@ViperKediri

Editor : Hikmatul Insaniya
hari naas Hari Baik Buka Usaha Menurut Jawa Perhitungan Jawa weton Tradisi Jawa