Ruwat Diri Menurut Jawa, Mbah Ji Ungkap Peran Weton, Puasa, dan Sedekah

Hikmatul Insaniya • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Ruwat diri menurut Jawa mengenal weton, puasa, sedekah, jenang sengkala, dan bunga telon wangi sebagai bagian dari tradisi.
Ruwat diri menurut Jawa mengenal weton, puasa, sedekah, jenang sengkala, dan bunga telon wangi sebagai bagian dari tradisi.

 

JAKARTA - Ruwat diri menurut Jawa dalam penjelasan Mbah Ji berkaitan dengan cara seseorang memaknai hari kelahiran atau weton. Ia menyebut weton perlu diperhatikan dan dapat diperingati melalui puasa serta sedekah.

Menurut Mbah Ji, hari kelahiran memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seseorang. Karena itu, ia menyarankan agar hari tersebut dimuliakan sebagai bagian dari upaya menjaga diri.

Salah satu cara yang disebut adalah melakukan puasa weton atau puasa pada hari kelahiran. Selain itu, ada pula sarana berupa jenang sengkala dan bunga telon wangi.

Baca Juga: Cara Cek Bansos Lewat HP, Bisa Pakai NIK dan Lihat Status Bantuan

Mbah Ji menjelaskan bahwa praktik tersebut dalam pembahasan Jawa juga berkaitan dengan sedekah. Jenang sengkala dapat dibagikan kepada tetangga terdekat.

Puasa dan Sedekah

Menurut Mbah Ji, puasa tidak hanya dipahami sebagai menahan makan dan minum. Ia menyebut puasa juga berkaitan dengan kemampuan menyelaraskan rasa dan mengendalikan hawa nafsu.

Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos Terbaru 2026 Lewat HP, Tak Perlu Aplikasi Tambahan

Ia juga menjelaskan adanya beberapa pendapat mengenai waktu pelaksanaan puasa weton. Ada yang melakukan puasa dengan mengapit hari kelahiran, ada pula yang menggunakan konsep menjemput weton.

Dalam konsep mengapit weton, puasa dilakukan satu hari sebelum weton, pada hari weton, dan satu hari setelahnya. Sementara konsep menjemput weton memiliki perhitungan lain.

Mbah Ji memberikan contoh jika weton seseorang memiliki hitungan 18. Menurut penjelasannya, bukan berarti seseorang harus berpuasa selama 18 hari. Dalam salah satu versi, puasa dilakukan delapan hari sebelum hari kelahiran.

Ia menegaskan bahwa terdapat banyak versi mengenai praktik tersebut. Karena itu, menurutnya, setiap guru atau sumber pengetahuan dapat memiliki pendapat yang berbeda.

Selain puasa, sedekah juga disebut sebagai bagian dari praktik ruwat diri. Jenang sengkala yang dibagikan kepada tetangga dijelaskan sebagai salah satu bentuk sarana dalam tradisi tersebut.

Bunga Telon Wangi

Mbah Ji juga menjelaskan mengenai bunga telon wangi. Dalam penjelasannya, bunga tersebut dikaitkan dengan upaya merawat atau mengingat sedulur.

Ia menyebut beberapa penggunaan bunga telon wangi, antara lain diminum, digunakan untuk membasuh wajah, dan disiramkan di halaman.

Baca Juga: Cara Cek Bansos Terbaru 2026 Lewat HP Android, Begini Langkahnya

Praktik tersebut dijelaskan sebagai bagian dari tradisi yang berkaitan dengan keberkahan, keselamatan, serta harapan agar seseorang dijauhkan dari bahaya dan didekatkan dengan rezeki.

Dalam konteks ruwat diri, Mbah Ji menekankan pentingnya kemampuan mengendalikan diri. Menurutnya, inti puasa bukan semata-mata meninggalkan makan dan minum, melainkan juga mengendalikan hawa nafsu.

Pembahasan mengenai weton kemudian dikaitkan dengan ajaran Islam. Mbah Ji menyebut puasa Senin-Kamis sebagai salah satu contoh puasa yang dikenal dalam tradisi Muslim.

Baca Juga: Cara Cek Bansos Lewat Google Pakai NIK KTP, Bisa Lihat Desil dan Jenis Bantuan

Selain ruwat diri, percakapan tersebut juga membahas susuk rembulan. Mbah Ji menjelaskan adanya dua pendapat mengenai praktik tersebut, yakni menjemput bulan muda dan menyambut purnama sidi pada tanggal 13, 14, dan 15.

Dalam versi yang dijelaskan, praktik itu dilakukan dengan berada di halaman rumah dan melakukan rapalan tertentu. Tradisi tersebut dikaitkan dengan cahaya bulan.

Keseluruhan pembahasan menunjukkan bahwa ruwat diri menurut Jawa memiliki beragam bentuk dan versi. Weton, puasa, sedekah, serta berbagai sarana tradisional menjadi bagian dari pembahasan Mbah Ji mengenai cara masyarakat Jawa memaknai keselamatan dan kehidupan.

source: YouTube/@ViperKediri

Editor : Hikmatul Insaniya
Ruwat Diri Menurut Jawa Puasa Weton Jenang Sengkala weton Tradisi Jawa