Berbakti kepada Orang Tua, Pesan tentang “Gantian” yang Disampaikan dalam Kajian Jawa

Hikmatul Insaniya • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:10 WIB
Berbakti kepada orang tua menjadi pesan utama dalam kajian tentang konsep “gantian” antara anak dan orang tua dalam kehidupan.
Berbakti kepada orang tua menjadi pesan utama dalam kajian tentang konsep “gantian” antara anak dan orang tua dalam kehidupan.

 

KENDAL - Berbakti kepada orang tua menjadi salah satu pesan kuat dalam kajian tentang tradisi Jawa dan kehidupan antargenerasi. Narasumber menekankan konsep “gantian”, yakni anak yang dahulu dirawat orang tua pada akhirnya memiliki tanggung jawab ketika orang tua memasuki usia lanjut.

Menurut penjelasan tersebut, sejak seseorang belum lahir pun orang tua telah menyiapkan berbagai kebutuhan. Ketika anak lahir, orang tua merawat, menggendong, memberi makan, dan mendampingi saat sakit.

Ketika orang tua sudah lanjut usia, kondisi itu kemudian berbalik. Anak mendapat kesempatan untuk memberikan perhatian dan perawatan kepada orang tua.

Baca Juga: Soal PPPK Sekolah Rakyat 2026 Hari Pertama: Pecahan hingga Wawancara Muncul

Narasumber menggambarkan hubungan tersebut sebagai siklus kehidupan yang saling berbalas.

Dari Dirawat hingga Merawat

Saat masih kecil, seorang anak belum mampu melakukan banyak hal sendiri. Orang tua membantu berbagai kebutuhan, termasuk ketika anak belum mampu makan atau berjalan.

Orang tua juga disebut rela mengorbankan waktu dan tenaga untuk mendampingi anak. Bahkan, kebutuhan keluarga terkadang harus dipenuhi dengan cara berutang ketika kondisi ekonomi tidak mencukupi.

Baca Juga: Soal PPPK Sekolah Rakyat Hari Pertama Diungkap, Ini Materi yang Banyak Muncul

Ketika anak tumbuh dewasa, tanggung jawab tersebut kemudian berubah.

Orang tua yang sudah lanjut usia mungkin tidak lagi mampu melakukan banyak aktivitas seperti ketika masih muda. Dalam kondisi itu, anak memiliki kesempatan untuk membantu mereka.

Narasumber mengibaratkannya seperti anak yang dahulu dituntun ketika belajar berjalan. Ketika orang tua sudah sepuh, giliran anak yang membantu dan menuntun mereka.

Jangan Menjauh dari Orang Tua

Pesan tersebut juga dikaitkan dengan kebiasaan menemani orang tua. Narasumber mengingatkan agar anak tidak tergesa-gesa meninggalkan orang tua yang sudah lanjut usia.

Ia memberikan gambaran bahwa orang tua dahulu rela terjaga ketika anak sakit atau membutuhkan perhatian. Karena itu, ketika orang tua sudah tua, anak juga seharusnya bersedia memberikan perhatian.

Dalam konteks tradisi, penghormatan tersebut dapat dilakukan melalui doa dan sedekah ketika orang tua atau leluhur telah meninggal.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, 231 Ribu Guru Masuk Rencana Penataan

Narasumber menilai kebiasaan tersebut juga perlu dikenalkan kepada anak dan cucu. Tujuannya agar generasi berikutnya memahami bagaimana cara memperlakukan orang tua dan leluhur.

Belajar dari Kisah Masa Lalu

Dalam kajian tersebut juga diceritakan kisah tentang seseorang yang menggendong orang tuanya ketika melaksanakan ibadah haji. Kisah itu digunakan untuk menggambarkan bentuk penghormatan seorang anak kepada orang tua.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Pemerintah Siapkan 526.689 Formasi Guru

Namun, narasumber kemudian menekankan bahwa berbakti tidak berhenti pada tindakan fisik. Yang lebih penting adalah kesadaran bahwa orang tua dahulu telah memberikan banyak hal kepada anak.

Karena itu, perhatian kepada orang tua tidak semestinya baru diberikan setelah mereka meninggal.

Ketika masih hidup, anak dapat menemani, membantu, dan memperhatikan kebutuhan orang tua. Setelah orang tua meninggal, doa dan sedekah menjadi bentuk lain dari penghormatan.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan pendidikan antargenerasi. Apa yang dilakukan anak kepada orang tua dapat menjadi contoh yang akan dilihat oleh anak-anak mereka sendiri.

Dengan begitu, kebiasaan menghormati orang tua dapat terus diwariskan.

Kajian tersebut pada akhirnya mengingatkan bahwa kehidupan manusia memiliki siklus. Anak yang dahulu dirawat akan menjadi orang yang suatu saat harus merawat.

Karena itu, berbakti kepada orang tua tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga bagian dari proses meneruskan nilai kepada generasi berikutnya.

source: YouTube/@kedatonpikatan

Editor : Hikmatul Insaniya
Berbakti kepada Orang Tua Kajian Jawa orang tua Tradisi Jawa leluhur