BLITAR KABUPATEN – Suasana mencekam terjadi di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Wlingi kemarin (17/07). Diler motor Honda Marga Kartika yang berada di pusat kota terbakar hebat.
Api melahap hampir separo bangunan diler berlantai tiga yang berada di utara jalan itu. Akibat kebakaran itu, setidaknya 250 unit sepeda motor merek Honda berbagai tipe ludes terpanggang. Sepeda motor yang masih gress itu kini tinggal rangka. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran yang terjadi pagi buta kemarin. Kerugian ditaksir sekitar Rp 6 miliar lebih.
Dugaan sementara, kebakaran disebabkan adanya korsleting listrik di lantai dua. Sebab, kondisi bagian diler yang paling parah berada di lantai dua. Api diduga merembet di ruang belakang dan ruang sisi barat diler yang merupakan bagian bengkel, sparepart, dan gudang penyimpanan sepeda motor.
Saat ini, kebakaran tersebut sedang diselidiki kepolisian. Tim identifikasi dari Polres Blitar langsung turun tangan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Rencananya, tim laboratorium forensik (labfor) Polda Jatim akan mengidentifikasi. "Ya, kami sudah komunikasi labfor. Kami minta segera meluncur ke lokasi," kata Kapolsek Wlingi Kompol Wachid Arifaini kepada Koran ini di lokasi kebakaran, kemarin.
Dia mengatakan, titik api diduga berasal dari ruang tengah lantai dua. Sebab, dari penyelidikan sementara, ruang yang rusak parah di lantai dua yakni ruang tengah. "Di sana juga ada sepeda motor. Jadi, lantai satu hingga lantai tiga ada sepeda motor. Semua baru itu," katanya.
Menurut informasi yang diperolehnya dari pemilik diler, lokasi sepeda motor berada di tiga lantai. Ditempatkan bertumpuk. Dipastikan, sejumlah sepeda motor yang masih mulus itu terpanggang. "Namun, ada beberapa sepeda motor yang berhasil diselamatkan," terang perwira berpangkat satu melati di pundak ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran ini di lokasi, kebakaran diduga terjadi sekitar pukul 04.00 atau sebelum azan subuh. Saat itu, terlihat asap tebal membumbung tinggi dan terlihat api. "Asap dan api muncul di bagian tengah diler. Saya bangun sudah ramai. Banyak orang," kata Rangga Andika, salah satu warga yang tinggal di belakang diler kepada Koran ini.
Saat kejadian, dia sedang di dalam rumah. Mengetahui banyak orang keluar dan teriak, dia langsung ikut keluar. "Tahu-tahu sudah ada asap hitam. Saat itu, warga belum berani mendekat dan memberitahu pemilik diler," terang pemuda 25 tahun ini.
Warga lantas memberitahu pemilik diler yang saat itu sedang di rumah. Rumahnya tidak jauh dari diler yakni timur diler. "Pemilik kemudian menghubungi pemadam kebakaran (PMK) Kabupaten Blitar," lanjutnya.
Warga saat itu berusaha memadamkan api secara manual. Tak lama, dua unit mobil tangki milik PDAM dan dua unit mobil tangki BPBD tiba di lokasi lebih dulu. Empat mobil tangki itu berusaha memadamkan api. Tak selang berapa lama, disusul tiga unit mobil PMK Kabupaten Blitar yang turut memadamkan. "Pertama yang datang mobil PDAM dan dari BPBD Wlingi. Setelah itu mobil pemadam. Jaraknya tidak lama kok," terang Rangga.
Dengan dibantu warga, petugas PMK langsung berupaya keras menjinakkan kobaran api yang sudah membesar itu. Sementara beberapa warga lainnya menyelamatkan sejumlah barang dalam diler. "Termasuk sepeda motor yang dipajang, juga diselamatkan. Mobil langsung dinaikkan ke pikap," ujarnya. Dwi Hendarto, warga lain juga melihat api sudah membesar. Rumahnya tepat berada di belakang gudang diler tersebut. Dia melihat api sudah berkobar dari bilik angin-angin gudang diler sekitar pukul 04.30.
Kobaran api itu menyala disertai dengan asap yang keluar membumbung tinggi. Terdengar suara letupan dari dalam gudang tersebut. "Ya, letusannya keras sekali. Mungkin berasal dari tangki (sepeda motor, Red). Di dalam juga ada mesin diselnya," ungkap pria 44 tahun ini.
Saat itu, dia juga ikut keluar bersama warga berusaha memadamkan api. Saat kebakaran terjadi, kondisi diler tertutup. Tidak ada orang sama sekali. "Tidak ada korban jiwa. Hanya motor dan sparepart yang banyak terbakar. Api kemungkinan dari lantai dua. Sebab, saya lihat api dari ruang tengah diler," terang pria ramah ini.
Ada sebanyak lima mobil tangki PMK yang dikerahkan untuk memadamkan api. Satu di antaranya mobil PMK dari Kediri. Dibantu empat unit mobil tangki dari PDAM dan BPBD Kabupaten Blitar. Api berhasil dipadamkan sekitar 1,5 jam kemudian.
Terpisah, pemilik diler Motor Resmi Honda Marga Kartika, Indra Jaya mengatakan, tidak mengetahui persis awal mula kebakaran tersebut. Sebab, saat itu dia di dalam rumah sedang tidur nyenyak. "Tiba-tiba saya dibangunkan pembantu saya. Katanya ada kebakaran," ungkapnya kepada Koran ini yang terlihat masih shock memantau kondisi dilernya yang sudah hangus terbakar itu.
Mendapat laporan dari warga itu, dia dan istrinya langsung keluar rumah menuju diler. Api sudah terlihat membesar dari bagian tengah diler. "Saya keluar, kondisi api sudah besar. Saya langsung hubungi BPBD. Sambil membantu memadamkan api," kata pria berkulit putih ini.
Menurut dia, bagian paling parah terkena amukan si jago merah adalah tempat penyimpanan sepeda motor. Termasuk juga bengkel dan sparepart. "Yang paling utama sepeda motor ya, Mas. Gudang yang sebelah sini (bengkel, Red) saja sudah habis," ungkapnya.
Terkait berapa jumlah sepeda motor yang terbakar, Indra belum bisa memastikan. Pihaknya akan mengalkulasi terlebih dulu semua aset yang terdampak kebakaran. "Saya belum tahu berapa jumlahnya. Berapa unit yang terakhir masuk. Termasuk kerugian, saya belum bisa menaksir," katanya pasrah.
Soal penyebab kebakaran, dia belum mengetahui pasti. Apakah karena korsleting listrik ataukah penyebab lain. Sebelumnya, dia belum pernah menemui insiden korsleting di dilernya. "Belum pernah. Kemarin juga tidak ada perbaikan, ngelas atau lainnya. Mesin aman. Tapi memang kondisi bangunan sudah tidak layak pakai juga," akunya. (sub/ed/ziz)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana