BLITAR KOTA - Ratusan umat Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam menggelar aksi damai di depan kantor Wali Kota Blitar, Senin (7/1). Massa menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar agar segera melaksanakan hasil hearing soal penutupan kafe dan karaoke Maxi Brillian sesuai surat rekomendasi dari DPRD Kita Blitar.
Massa datang sekitar pukul 09.00 dan langsung berorasi di depan kantor Wali Kota Blitar. Kurang lebih 15 menit massa berorasi menuntut agar pemkot segera melaksanakan surat rekomendasi DPRD Kota Blitar terkait penutupan karaoke Maxi Brillian yang beberapa waktu lalu digerebek Polda Jatim karena diduga menyajikan tarian striptis.
Dalam tuntutannya itu, massa meminta pemkot segera menutup Maxi Brillian dan sejumlah kafe serta tempat karaoke lainnya yang terindikasi menyajikan praktik kemaksiatan. "Jika tidak dipenuhi atau tidak ditemui oleh pihak pemkot kami akan menduduki pemkot alias nginep," kata Koordinator Aksi Damai Forum Ormas Islam Blitar Raya Akbar Hariri, Senin (7/1).
Selang 30 menit orasi, akhirnya pemkot mempersilahkan perwakilan ormas untuk masuk. Pemkot mengajak untuk audiensi bersama di ruang Sasana Praja. Rapat audiensi dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Blitar Santoso, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar Rudy Wijonarko dan Kasatpol PP Kota Blitar Juari serta kepolisian.
Saat berita ini ditulis, proses audiensi masih berlangsung alot. Sejumlah ormas mengemukakan pendapat masing-masing. Ormas sepakat sejumlah kafe dan karooke yang menyajika kemaksiatan agar ditutup.
Editor : Didin Cahya Firmansyah