Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sakit Batuk Tak Sembuh-Sembuh, Pria Di Blitar Pilih Gantung Diri

Didin Cahya Firmansyah • Sabtu, 27 April 2019 | 19:00 WIB
sakit-batuk-tak-sembuh-sembuh-pria-di-blitar-pilih-gantung-diri
sakit-batuk-tak-sembuh-sembuh-pria-di-blitar-pilih-gantung-diri

BLITAR - M. Yasin warga Dusun/Desa Kalimanis, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar langsung kaget begitu mengetahui ayahnya meninggal dunia dengan gantung diri, Jumat malam (26/4). Ayahnya yang bernama Sumardi itu gantung diri di pintu kamar mandi.


 


 


Padahal, pelajar 14 tahun ini sempat menonton televisi bersama di ruang tamu bersama ayahnya. Tak selang lama dia berpamitan dengan ayahnya untuk pergi sebentar bermain WIFI di rumah tetangganya. "Sepulang dari WIFI-an sekitar pukul 21.00, dia kaget mengetahui ayahnya sudah menggantung di pintu kamar mandi," kata Kasubbag Humas Polres Blitar Kota Iptu M. Burhanudin, Sabtu (27/4). 


 


 


Sumardi keterangan dari keluarga yang diterima polisi, Sumardi nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri diduga lantaran depresi. Pria 61 tahun itu memang sudah lama memiliki riwayat sakit batuk dan tifus. "Sampai belum sembuh-sembuh," ujar Burhan.


 


 


Saat kejadian itu, istri Sumardi sedang tertidur lelap. Lalu, dibangunkan anaknya yang memberitahukan ayahnya gantung di pintu kamar mandi dengan seutas tali tambang. Saat dicek, kondisi Sumardi sudah tidak bernyawa dengan tali menjerat lehernya.


 


 


Sang istri pun panik dan memita pertolongan tetangga sekitarnya. Tidak berapa lama, warga berdatangan membantu menolong Sumardi. Setelah itu warga langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Doko.


 


 


Anggota polsek yang datang langsung lakukan olah TKP. Sedangkan tubuh Sumardi diperiksa oleh tim kesehatan. Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Sumardi.


 


 


Polisi pun langsung mengamakan barang bukti dari TKP yakni tali tambang berwarna hijau. Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. "Sumardi langsung dimakamkan oleh keluarganya," tandas Burhan.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#blitar