Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Depresi, Ibu Di Blitar Pilih Gantung Diri, Tinggali Bayi Tujuh Bulan

Didin Cahya Firmansyah • Sabtu, 4 Mei 2019 | 21:33 WIB
depresi-ibu-di-blitar-pilih-gantung-diri-tinggali-bayi-tujuh-bulan
depresi-ibu-di-blitar-pilih-gantung-diri-tinggali-bayi-tujuh-bulan

BLITAR KOTA - Warga Jalan Ciliwung Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul geger, Sabtu pagi (4/5). Hermin Setyoningsih warga setempat ditemukan tewas dengan cara gantung diri di rumahnya. 



Perempuan 45 tahun itu ditemukan dalam kondisi menggantung di gawang pintu dapur. Agung (saksi), keponakannya yang mengetahui pertama kali Hermin sudah kaku tak bernyawa menggantung. "Saksi lalu memberitahu warga lainnya untuk menolong Hermin dan melaporkan ke kepolisian," kata Kapolsek Kepanjenkidul Kompol Supriyanto, Sabtu (4/5).  



Saksi saat itu datang ke rumah Hermin karena mendengar suara tangis bayi. Hermin memiliki bayi berusia tujuh bulan. Saksi khawatir lantaran bayi menangis terus menerus. "Tiba di rumah, saksi melihat Hermin sudah menggantung di pintu kusen dapur," ujar polisi ramah ini. 



Saksi lalu membangunkan adik kandung Hermin yang rumahnya berdekatan. Mereka lalu melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat. Tak lama kemudian, anggota Polsek Kepanjenkidul tiba di lokasi dengan didampingi tim identifikasi Polres Blitar Kota. 



Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh Hermin. Berdasarkan keterangan keluarga, Hermin nekat mengakhiri hidupnya gantung diri karena depresi. "Mungkin karena biaya hidup mengingat saat ini dia juga memiliki bayi berusia 7 bulan dan tidak jelas siapa bapak kandungnya." ungkap polisi ramah Ini. 



Hermin selama ini hanya tinggal dengan anaknya masih berumur 7 bulan. Untuk makan, sehari-hari di kasih adik korban (Saksi 2) yang rumah nya bersebelahan. 



Menurut keteranga keluarga yang disampaikan ke kepolisian, Hermin selalu mengalami depresi. Dia sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit jiwa (RSJ). "Ada sekekitar 6 kali dibawa ke RSJ Lawang untuk perawatan akibat gangguan kejiwaan," tandasnya. 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#blitar