BLITAR KABUPATEN - Nariyah warga Lingkungan Jingglong, Kelurahan/Kecamatan Sutojayan hanya bisa menjerit histeris tatkala melihat sang suami menggantung di kandang sapi belakang rumahnya, Rabu (29/5).
Sang suami, Jemadi, 80, saat itu sudah dalam posisi menggantung di kandang sapi dengan tali tampar warna biru yang menjerat lehernya. Ketika itu juga, Nariyah langsung berteriak panik hingga warga sekitar bangun. "Saat itu sekitar pukul 00.00, Jemadi tidak ada di kamarnya. Kemudian istrinya mencarinya," kata Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Rabu (29/5).
Nah, sang istri berusaha mencari Jemadi di sekeliling rumah sambil memanggil-manggil. Tetapi tidak kunjung ada respon. Sang istri lalu mencarinya di kandang sapi dan ternyata Jemadi ada di kandang. "Tetapi keadaannya sudah menggantung dengan ketinggian sekitar 178 centimeter menghadap ke Utara," jelas Burhan.
Saat ditemukan, kondisi Jemadi masih bergerak. Para tetangga yang sudah datang di TKP berinisiatif untuk menurunkan Jemadi agar segara bisa diselamatkan dari maut.
Namun Tuhan berkehendak lain. Ketika dibawa ke dalam rumah, Jemadi sudah menghembuskan nafas terakhir. Kondisinya sudah tidak bernyawa lagi. "Warga lalu menghubungi perangkat desa setempat dan melaporkannya ke Polsek Lodoyo Timur (lotim)," terang Burhan.
Tak lama, anggota polsek dan tim identifikasi Polres Blitar tiba di lokasi. Petugas lalu memeriksa secara medis. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Jemadi. "Dia murni karena bunuh diri," bebernya.
Diduga, Jemadi nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena depresi. Dari keterangan keluarga, Jemadi sudah lama mengalami sakit patah tulang pada kedua kakinya akibat kecelakaan. Hingga sekarang tidak kunjung sembuh.
Editor : Anggi Septian Andika Putra