SELOPURO, Radar Blitar – Pengembangan sektor pertanian menjadi perhatian serius Pemkab Blitar. Selasa (21/1), Bupati Rijanto menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Great Giant Pineapple (GGP) terkait budi daya hingga pemasaran pisang cavendish di wilayah Kabupaten Blitar.
Skema kerja sama yang dibangun adalah sistem kemitraan. Bantuan bibit pisang cavendish dari GGP harus ditanam dan dirawat oleh petani kabupaten yang didampingi oleh pihak perusahaan. Kemudian, perusahaan berkewajiban membeli hasil pertanian budi daya pisang tersebut dari petani. Sehingga keuntungan produksi pisang cavendish ini diberikan untuk dan kepada masyarakat atau petani yang merawatnya.
Sebelum penandatanganan perjanjian kerja sama, secara simbolis bupati dan sejumlah jajaran Direksi PT GGP melakukan penanaman pisang cavendish. Dalam kegiatan tersebut, hadir beberapa kepala daerah tetangga. Seperti bupati Bondowoso dan wakil wali Kota Malang. Tak hanya itu, penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia Susiwijono, bersama beberapa pejabat teras di kementerian ini.
Terkait kegiatan tersebut, Bupati Rijanto menegaskan, pengembangan atau budi daya pisang cavendish di Kabupaten Blitar sudah dilakukan sejak lama. Yakni oleh PT Nusantara Segar Abadi (NSA) yang notabene anak perusahaan PT GGP. Tercatat ada sekitar 120 hektare lahan untuk pengembangan pisang cavendish di wilayah Kabupaten Blitar. “Ada sekitar 400 pekerja yang gajinya melebihi UMK,” katanya.
Bupati juga mengungkapkan, untuk wilayah Kecamatan Selopuro, ada potensi sekitar 80 hektare lahan yang nantinya bakal digunakan untuk pengembangan pisang cavendish. Setelah itu, akan disusul di beberapa kecamatan lain. Semisal Kecamatan Gandusari, Doko, dan Kesamben. “Target kami 150 hektare area lahan kerja sama dengan petani. Mudah-mudahan tidak hanya mendorong peningkatan ekonomi di Blitar, tapi juga berkontribusi secara nasional dan mendorong ekspor nasional,” harapnya.
Sedangkan, Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijono mengungkapkan, pemerintah pusat tengah menggeliatkan sejumlah program untuk mendorong investasi dan ekspor. Salah satunya melalui pengembangan hortikultura yang berorientasi ekspor. Menurut dia, tanaman hortikultura menjadi salah satu komoditas ekspor yang cukup menjanjikan. “Ekspor pisang dan nanas tahun lalu mencapai 17,5 ribu kontainer ke 65 negara. Dan kebutuhan pasarnya masih sangat luas,” bebernya.
Keputusan Pemkab Blitar menjalin kerja sama dengan PT GGP sangat strategis sekali. Sebab, peluang pasar yang masih begitu luas dan ada jaminan pemasaran dari PT GGP. Sehinga para petani tidak perlu pusing untuk memasarkan pisang ke 65 negara yang selama ini menjadi tujuan ekspor pisang tersebut. “Saya kira tidak mudah mendapatkan jaringan dan potensi yang seperti ini,” ungkapnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah