Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Coban Lawean, "Surga" Tersembunyi di Lereng Kawi

Choirurrozaq • Selasa, 7 Juli 2020 | 02:30 WIB
coban-lawean-surga-tersembunyi-di-lereng-kawi
coban-lawean-surga-tersembunyi-di-lereng-kawi

WLINGI, Radar Blitar - Tak ada salahnya menghabiskan waktu akhir pekan dengan berkunjung ke tempat-tempat wisata. Menyingkir sejenak dari hiruk pikuk keramaian. Melepaskan penat dan beban kesibukan sehari-hari.


Meskipun di tengah pandemi Covid-19, protokol kesehatan tetap harus diperhatikan. Tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. Mungkin, berwisata di alam juga bisa menjadi alternatif untuk menyegarkan pikiran, sekaligus menambah kekebalan tubuh.


Salah satu alternatifnya, Air Terjun Lawean atau dikenal Coban Lawean, bisa menjadi tujuan wisata akhir pekan Anda. Air terjun alami yang terletak di kawasan lereng sebelah barat Gunung Kawi, tepatnya masuk wilayah Perkebunan Kopi Kawisari di Kecamatan Wlingi. Keberadaannya agak tersembunyi. Untuk melihatnya, harus menyelinap di jalan setapak dan berbatu.


Saat Koran ini berkunjung ke sana, kondisi sungai mengalir dengan air melimpah. Terdengar derasnya air terjun yang jatuh dari tebing, dengan ketinggian kurang lebih 50 meter. Airnya jernih dan segar.


Kondisi di sekeliling air terjun yang masih hijau dan alami. Berbagai jenis tanaman tumbuh lebat di sekitar area air terjun. Batu-batu kali berbagai ukuran juga teronggok kukuh. Tidak ada bangunan atau fasilitas apa pun di sekitarnya. Masih sangat alami.


Benar-benar bak "surga" tersembunyi di tengah perkebunan kopi. "Tempatnya sangat bagus. Kondisinya masih alami. Segar banget," kata Yovrizal Azhari, salah seorang pengunjung Coban Lawean kepada Koran ini kemarin. Dia sengaja berkunjung ke air terjun tersebut untuk mengisi liburan akhir pekan.


Dia mengajak seorang temannya. Kebetulan sambil berlibur, dia juga melampiaskan hobinya olahraga lari. "Akses menuju air terjun memang masih tanah bebatuan. Konturnya sangat terjal dan berkelok. Menurun dan menanjak. Sangat cocok dijadikan trek bersepeda maupun berlari," kata pemuda yang berprofesi sales mobil ini.


Memang, untuk menuju ke air terjun tersebut membutuhkan kesabaran. Pasalnya, akses jalan yang sulit dan terjal menjadi tantangan tersendiri. Jika ingin pergi ke sana, menggunakan mobil, jangan harap bisa lancar dan aman.


Sebab, jalannya tidak begitu lebar dan tepi jurang. Jika tidak hati-hati malah bisa celaka. Jadi, disarankan menggunakan sepeda motor saja. Lebih aman dan bisa dikondisikan.


Atau jika ingin ke sana menggunakan sepeda, malah lebih asyik. Sekalian menikmati pemandangan perkebunan kopi di sepanjang jalur menuju air terjun. Sejumlah tanaman kopi jenis Robusta dan Arabika terhampar luas di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.


Jadi, jika ingin menikmati pesona alami air terjun Coban Lawean ini, lebih enaknya menggunakan kendaraan roda dua. Sebab, lebar jalurnya tidak sama. Ada sebagian jalur yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.


Pengunjung lain, Maryanto mengungkapkan, Coban Lawean bisa menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menantang di wilayah Blitar bagian timur. "Aksesnya memang lumayan sulit dan terjal. Sebab berada di kawasan perkebunan kopi. Tapi setelah tiba di air terjun, rasa lelah dan penat selama perjalanan seolah sirna," ungkap warga Kota Blitar ini.


Saat itu, dia berkunjung ke sana bersama teman-teman sesama penghobi sepeda gunung. Dia memang sengaja ingin mencoba trek bersepeda melewati jalur menuju air terjun tersebut. "Ini sudah yang kali keempat. Kondisinya sangat sejuk. Alami," ujarnya.


Jadi jika mau berkunjung ke sana dan berharap melewati akses yang beraspal dan mulus, kesampingkan angan-angan itu. Menuju ke air terjun Coba Lawean, Anda hanya akan mendapatkan jalur yang terjal, penuh kelokan, dan tebing curam. Yang pasti, tantangan dan rintangan itu akan terbayar dengan keindahan alam perkebunan dan air terjun Coban Lawean. Selamat mencoba dan jangan lupa tetap hati-hati. Keselamatan lebih diutamakan. (*)

Editor : Choirurrozaq