Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dua Hari Beruntun, Motor-Mobil Vs KA

Choirurrozaq • Senin, 7 September 2020 | 18:17 WIB
dua-hari-beruntun-motor-mobil-vs-ka
dua-hari-beruntun-motor-mobil-vs-ka

SELOPURO, Radar Blitar – Dua hari terakhir terjadi kecelakaan yang melibatkan kereta api (KA) dan kendaraan bermotor. Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu pengendara sepeda motor meregang nyawa.


Dan kedua kejadian kecelakaan ini terjadi di perlintasan KA sebidang tanpa palang pintu. Kecelakaan pertama terjadi di wilayah Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi pada Sabtu (5/9). Sementara kecelakaan kedua terjadi di Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, kemarin.


Kasubbag Humas Polres Blitar AKP Imam Subechi mengatakan, kecelakaan kereta api yang terjadi di Desa Popoh tersebut melibatkan pengendara sepeda motor, Sumali, 69, warga desa setempat. Diduga pengendara nekat menerobos perlintasan KA tanpa palang pintu saat kereta melintas.


“Pengendara mungkin kurang hati-hati. Tidak melihat ke kiri dan kanan saat ada kereta datang,” jelasnya kepada Koran ini kemarin.


Karena kurang hati-hati, Sumali tersambar KA yang melintas dari utara ke selatan. Usai kejadian, dia langsung tidak sadarkan diri tergeletak di pinggir rel. “Korban akhirnya meninggal dunia ketika perjalanan ke rumah sakit,” ujarnya.


Berdasarkan informasi yang diterima Koran ini dari kepolisian, Sumali merupakan pedagang di Pasar Wlingi. Dia sehari- hari berjualan ikan di pasar tersebut. Kecelakaan itu terjadi ketika Sumali pulang dari pasar.


Sementara itu, kecelakaan KA kembali terjadi pada Sabtu (5/9) melibatkan mobil pikap. Kecelakaan itu juga terjadi di perlintasan KA sebidang tanpa palang pintu. Mobil pikap diduga menerobos perlintasan ketika kereta mau melintas.


Akibatnya, mobil pikap itu langsung tersambar kereta yang melintas cepat dari barat ke timur. Beruntung, sebelum tersambar pengemudi pikap berhasil menyelamatkan diri.


 


Seperti diketahui sebelumnya, kecelakaan KA melibatkan mobil terjadi di perlintasan KA sebidang tanpa palang pintu di Lingkungan Ngegong, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan. Saat itu pengemudi mobil tidak mengetahui kereta api akan datang karena sirine peringatan tidak berbunyi dan tidak ada penjaganya. (*)

Editor : Choirurrozaq