BINANGUN, Radar Blitar - Warga Dusun Selok, Desa/Kecamatan Binangun dikagetkan dengan kematian Warni warga setempat, kemarin (13/9). Perempuan 63 tahun tersebut meninggal dunia dalam posisi gantung diri.
Warni ditemukan suaminya menggantung di bawah pohon nangka dekat kandang kambing belakang rumahnya dengan leher terjerat tali. Kondisinya saat itu sudah tidak bernyawa lagi. Warni nekat mengakhiri hidupnya diduga karena depresi.
Kasubbag Humas Polres Blitar AKP Imam Subechi mengatakan, Warni ditemukan sudah meninggal dunia dengan gantung diri oleh suaminya, Bejo Suparto sekitar pukul 05.0. Waktu itu, suaminya kaget lantaran istrinya, Warni sudah tidak ada di kamar tidur. "Biasanya, sekitar pukul 05.00, dia (Warni) masih berada di tempat tidur. Suaminya lalu berusaha mencari," jelasnya, kemarin.
Khawatir terjadi apa-apa, suaminya lalu mengajak cucunya untuk mencari keberadaan Warni. Dengan dibantu beberapa tetangganya, mereka mencari di sekitar rumah. "Sekitar pukul 06.00, suaminya berhasil menemukan Warni berada di bawah pohon nangka," ujarnya.
Posisinya saat itu terbaring di bawah pohon nangka dekat kandang kambing. Saat dicek, Kondisinya sudah sudah lemas tak sadarkan diri. Lehernya terjerat tali yang diikatkan diujung pohon nangka.
Karena panik, Bejo langsung berteriak meminta tolong warga sekitar. Dengan dibantu warga, tali yang menjerat leher itu langsung dilepas. Lalu membaringkan tubuhnya. Kemudian tak berapa lama, Warni menghembuskan nafas terakhir.
Warga dan perangkat desa setempat lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Binangun. Petugas yang tiba langsung melakukan olah TKP. "Berdasarkan keterangan dari keluarga, yang bersangkutan ini menderita sakit lambung dan syaraf. Sudah lama sering merasa ketakutan," terang perwira berpangkat tiga balok ini. (*)
Editor : Choirurrozaq