Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kemenag Siapkan Teknis Terlebih Dahulu

Choirurrozaq • Jumat, 18 September 2020 | 22:02 WIB
kemenag-siapkan-teknis-terlebih-dahulu
kemenag-siapkan-teknis-terlebih-dahulu

SANANWETAN, Radar Blitar - Kendati belum dapat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar (KBM) secara langsung pada satuan pendidikan di bawah naungannya, pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar mengklaim sudah membuat rancangan teknis pelaksanaan KBM.  


Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Blitar, Hamim Thohari menerangkan, itu sesuai dengan instruksi Kemenag pusat yang menyatakan jika lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag hanya boleh menggelar KBM secara daring untuk daerah yang dikategorikan dalam zona kuning dan hijau. "Kalau memang zona sudah benar kuning dan sudah ada izin dari Tim GTPP Covid-19," terangnya.


Teknisnya, lembaga satuan pendidikan harus melaporkan kesiapannya terlebih dahulu kepada pihak otoritas seperti Kemenag dan Tim GTPP Covid-19. Lalu, akan dilakukan monitoring secara langsung guna memastikan kesiapan lembaga pendidikan. Juga, murid harus mendapat persetujuan dari wali murid.


 


Lalu, lanjut dia, kebijakan pembatasan rasio kelas dan pemangkasan jam belajar juga akan diberlakukan. Nantinya, kelas akan dibagi menjadi dua kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 50 persen dari jumlah total siswa dalam kelas tersebut. Sehingga, pemberlakuan kebijakan pembagian rasio kelas ini diharapkan mampu menekan risiko penularan Covid-19 di lingkungan madrasah. "Rasio kelas harus diatur. Satu bangku yang harusnya diisi dua anak, sekarang satu. Maksimal 50 persen pembatasannya," kata dia.


Nantinya, sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang sudah disampaikan oleh pihak Kemenag pusat, kegiatan KBM secara daring akan dilaksanakan dengan mengaplikasikan kurikulum darurat Covid-19. "Jamnya pun tidak full, sesuai kurikulum darurat," ujarnya.


Kendati seluruh teknis pelaksanaan sudah disiapkan sedemikian rupa, pihaknya masih belum memastikan kapan KBM secara luring. Pasalnya, hal itu tergantung dari kondisi yang ada di lapangan.


Dia memaparkan, jika kini pihaknya sedang berfokus pada monitoring di tingkat madrasah aliyah (MA) terlebih dahulu. Pasalnya, apabila nantinya wilayah Kabuoaten Blitar sudah masuk ke dalam zona kuning, uji coba KBM luring akan dilakukan pada tingkat MA terlebih dahulu. "Jenjang aliyah dulu. Kita sudah punya data yang (MA, Red) yang sudah siap," paparnya. (*)

Editor : Choirurrozaq