Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Meninggal Mendadak di Pasar Loak  

Choirurrozaq • Jumat, 18 September 2020 | 17:56 WIB
meninggal-mendadak-di-pasar-loak
meninggal-mendadak-di-pasar-loak

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Pasar sepeda bekas atau loak  di Jalan Kacapiring, Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul heboh kemarin (17/9). Sekitar pukul 06.15, seorang pedagang sepeda Atim Sutomo, warga Desa Bendo, Kecamatan Ponggok tiba-tiba roboh dan tidak bernyawa saat menyapu di halaman toko miliknya.


Menurut keterangan saksi, kejadian bermula ketika Atim yang pagi kemarin, terlihat membuka dan kemudian menyapu halaman tokonya. Tak lama kemudian, Atim terlihat sempoyongan lalu roboh dan tak sadarkan diri. "(Atim, Red) membersihkan halaman toko namun tiba-tiba terlihat sempoyongan kemudian terjatuh," terang Kasubbag Humas Polres Blitar Kota Iptu Ahmad Rochan.


Mengetahui kejadian tersebut, beberapa orang yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian langsung melihat kondisi Atim, dan melaporkan kepada pihak kepolisian. Mendapat laporan, pihak kepolisian bersama petugas medis langsung menuju lokasi yang dimaksud.


Usai dilakukan pemeriksaan di tempat, petugas menyatakan Atim sudah meninggal dunia. Petugas langsung mengevakuasi terhadap jenazah Atim sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) guna mengantisipasi hal tidak diinginkan. "Oleh tim BPBD Kota Blitar, jenazah Atim dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo untuk dilakukan pengecekan," ujarnya.


Dari hasil investigasi di lapangan, polisi menduga Atim meninggal karena sakit hipertensi yang dideritanya. Dugaan ini menguat setelah beberapa saksi menerangkan bahwa, beberapa hari terakhir diketahui jika Atim tidak masuk kerja karena sempat mengeluh sakit. "Menurut keterangan saksi, korban sudah tiga hari tidak masuk kerja dikarenakan alasan sakit hipertensi," tuturnya.


Salah seorang saksi, Aris menerangkan, diketahui belakangan Atim yang diketahui sebagai pedagang di salah satu toko sepeda di pasar itu memang jarang masuk kerja. "Itu sepertinya memang sakit. Dia sudah bilang punya penyakit sejak lama," terangnya.


Alasannya, sejak tiga hari terakhir diketahui jika memang Atim tidak masuk kerja karena sakit. Karena itu, Aris meyakini Atim meninggal bukan karena Covid-19. Untuk memastikan penyebab kematian Atim, dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian pun melakukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. (*)

Editor : Choirurrozaq