Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

JLS Solusi Disparitas Selatan dan Utara Jawa

Choirurrozaq • Rabu, 2 Desember 2020 | 18:58 WIB
jls-solusi-disparitas-selatan-dan-utara-jawa
jls-solusi-disparitas-selatan-dan-utara-jawa

WONOTIRTO, Radar Blitar - 20 kilometer (km) ruas jalur lintas selatan (JLS) kini dalam proses pengerjaaan. Jumlah itu belum ada separo dari target panjang jalan nasional yang melintas di Bumi Penataran.


Di sisi lain, pemerintah membuka dukungan penuh agar proyek nasional tersebut menjadi pengungkit ekonomi untuk menekan disparitas atau kesenjangan antara wilayah utara dan selatan Jawa. 


Pjs Bupati Blitar Budi Santosa mengatakan, Pemprov Jatim meminta agar proses penyediaan infrastruktur jalan tersebut dipercepat. Tujuannya, segera membawa manfaat untuk masyarakat, khusus di wilayah Jawa Timur (Jatim). "Bu Gubernur menginstruksikan agar pembangunan JLS dipercepat. Kini yang dalam proses realisasi sekitar 20 km, sisanya ada sekitar 30 km yang belum," ujarnya.


Dia mengungkapkan, perintah dari gubernur tersebut sangat beralasan. Lantaran tingkat kemiskinan di wilayah selatan masih tinggi dibandingkan dengan wilayah utara. Namun, pihaknya bersyukur angka miskinan di Bumi Penataran tergolong rendah jika dibandingan daerah lain. Khususnya Kabupaten Malang dan Jember.


Meski begitu, lanjut dia,  disparitas antara selatan dan utara Jawa harus segera diselesaikan. JLS ini bisa menjadi solusi kesenjangan sosial ekonomi tersebut. Potensi lokal Kabupaten Blitar diyakini bisa terdongkrak dengan keberadaan jalan nasional tersebut. "JLS ini bisa menjadi pengungkit ekonomi, baik dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, sampai usaha mikro kecil. Untuk itu, JLS harus segera terhubung," katanya.


 


Peluang perkembangan Kabupaten Blitar semakin besar setelah pemerintah membuka sejumlah akses darat lain. Semisal jalan tol atau jalur bebas hambatan yang kini digarap dari Malang hingga Kepanjen. Begitu juga untuk jalur tengah, ada tol dari Kertosono sampai Tulungagung. Selain itu, kini juga sedang proses pengembangan bandara di wilayah Kediri. Sehingga hampir bisa dipastikan mobilitas wilayah selatan nantinya tidak kalah dengan wilayah utara. "Kementerian berharap masyarakat segera membuka peluang peluang ekonomi. Tapi kalau dari Bu Gubernur sebaliknya, justru semakin cepat pelaksanaan penyediaan sarana tersebut semakin cepat pula mengungkit ekonomi masyarakat," terangnya.


Dia mendengar kabar, untuk kepentingan percepatan pertumbuhan ekonomi ini, pemerintah pusat maupun Jatim bersepakat memberikan dukungan bagi masyarakat di wilayah selatan. Disarankan ada sarana penginapan yang memadai di wilayah selatan. Jika jalur nasional rampung dikerjakan, pastinya akses tersebut ramai dan membutuhkan jasa atau layanan penginapan. "Jadi disarankan ada homestay yang dibangun di lahan masyarakat sendiri. Nanti ada bantuan dari pemerintah," katanya.


 


Sementara itu, Camat Wonotirto Sariyanto tidak menampik terkait potensi dan kabar tersebut.


Menurut dia, JLS memang menjadi harapan banyak orang saat ini. Sayangnya, pihaknya tidak mengetahui pasti perkembangan pembangunan jalur tersebut karena menjadi kewenangan pemerintah pusat. "Kalau progresnya kami tidak tahu pasti. Yang jelas masyarakat juga sudah menunggu," ujarnya.


Disinggung soal homestay, pihaknya juga memiliki pandangan sama. Hanya saja, pembangunannya tidak mungkin berada tepat atau bersebelahan dengan JLS. Maklum, trase yang digunakan untuk jalan nasional ini sebagian besar masuk kawasan hutan. (*)

Editor : Choirurrozaq