Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Waspada Awal Tahun Puncak Musim Penghujan

Choirurrozaq • Selasa, 29 Desember 2020 | 20:52 WIB
waspada-awal-tahun-puncak-musim-penghujan
waspada-awal-tahun-puncak-musim-penghujan

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Masyarakat Kota Blitar perlu mewaspadai adanya kemungkinan terjadinya sejumlah bencana meteorologi pada awal tahun nanti. Sebab, diprediksi puncak musim penghujan akan terjadi pada Januari-Februari tahun 2021.


Hal ini sesuai dengan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa kini sedang terjadi fase anomali cuaca di wilayah pulau Jawa. "Tetap berpengaruh pada musim penghujan ini. Curah hujan cenderung meningkat di wilayah Jawa. Termasuk nanti diikuti oleh angin," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Penanggulangan Bencana Daerah (Bakesbangpol dan PBD) Kota Blitar Hakim Sisworo.


Diprediksi, kata dia, puncak musim penghujan akan terjadi pada awal tahun 2021. Yaitu pada Januari-Februari. Maka, kini di wilayah Jawa Timur sedang terjadi fase anomal cuaca yang menyebabkan perubahan cuaca secara mendadak dari hujan deras ke cuaca panas seperti yang terjadi belakangan ini. "Puncaknya Januari sampai Februari. Sekarang masih anomali. Kadang panas dan tiba-tiba hujan deras," ungkapnya.


Terkait itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat mewaspadai adanya bencana alam yang menyertai fase anomali dan fase puncak musim penghujan pada awal tahun depan. Termasuk kemungkinan terjadinya bencana meteorologi seperti hujan deras disertai angin kencang, abrasi, banjir, dan longsor. "Kalau hujan deras, bisa terjadi pohon tumbang, genangan air, dan longsor," terangnya.


"Kalau angin puting beliung kan gelombang udara itu yang memengaruhi tekanan angin. Di beberapa daerah sudah terjadi (angin kencang, Red)," imbuhnya.


Selain itu, adanya bencana abrasi sungai juga harus menjadi kemungkinan harus diwaspadai masyarakat Kota Blitar, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar aliran sungai lahar. "Kalau longsor atau abrasi biasanya terjadi di daerah aliran sungai lahar. Itu perlu mendapat perhatian," ucapnya.


Masyarakat Kota Blitar diimbau untuk mewaspadai segala kemungkinan yang ada. Yaitu dengan cara menghindari atau menjauh dari pohon besar ketika terjadi hujan deras. Dan tidak membuang sampah sembarangan agar tidak menyebabkan banjir atau genangan air begitu turun hujan dengan intensitas tinggi di wilayah kota. (*)

Editor : Choirurrozaq