Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Efek La Nina Picu Hujan Lebat

Choirurrozaq • Selasa, 19 Januari 2021 | 16:36 WIB
efek-la-nina-picu-hujan-lebat
efek-la-nina-picu-hujan-lebat

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Dalam beberapa waktu terakhir wilayah Blitar diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi begitu menjelang sore hari. Terkait hal itu, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah (Bakesbangpol dan PBD) Kota Blitar mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan efek La nina pada awal tahun ini.


Sedangkan, La nina merupakan suatu siklus anomali cuaca yang terjadi saat pergantian musim. Yang mana pada pertengahan tahun 2020 lalu terjadi La lina ditandai dengan munculnya gelombang panas menyebabkan sejumlah daerah mengalami kekeringan. "Ini cuacanya kan cuaca ekstrem," ujar Kepala Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar Hakim Sisworo.


Sedangkan, pada tahun ini diperkirakan La nina terjadi pada Januari-Februari 2021, di mana diperkirakan puncak musim penghujan terjadi di waktu yang sama. "Hujan dan sebagainya ini diperkirakan puncaknya Januari-Februari," imbuhnya.


Lantas apa pengaruhnya? Hakim mengungkapkan, La nina tahun ini diperkirakan dapat menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi atau lebat, dalam beberapa waktu. Yang mana hal tersebut dapat menyebabkan sejumlah daerah rawan terjadi bencana longsor atau banjir seperti yang terjadi di wilayah kota pada akhir tahun lalu. "Bisa jadi La nina bisa menimbulkan hujan di atas rata-rata," kata Hakim.


Alasannya, lanjut Hakim, berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), diprediksi akan terjadi penumpukan awan hujan di sekitar Jawa dalam beberapa waktu ke depan. Yang mana hal tersebut membuat kecenderungan terjadinya hujan di wilayah Jawa seperti yang belakangan ini terjadi. "Pengaruhnya di musim penghujan ini, di wilayah Jawa curah hujannya cenderung tinggi," lanjutnya.


Dia mengimbau, agar masyarakat Kota Blitar tetap waspada dengan berbagai kemungkinan terjadinya bencana jelang terjadinya puncak musim penghujan dan La nina. Khususnya bagi mereka yang tinggal di sekitar Jalan Melati, Jalan Kacapiring dan Jalan Mastrip. Pasalnya, belum optimalnya sistem drainase di sejumlah titik tersebut menyebabkan banjir.


Juga, masyarakat perlu mewaspadai potensi bencana lain seperti hujan deras yang disertai angin kencang. Sebab, jamak terjadi hal serupa begitu memasuki masa La nina. "Masyarakat harus tetap waspada terjadinya hujan deras disertai oleh angin kencang," tandasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq