Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bupati Rijanto Tetap Tekankan Disiplin Prokes 5M

Anggi Septian Andika Putra • Sabtu, 30 Januari 2021 | 15:52 WIB
bupati-rijanto-tetap-tekankan-disiplin-prokes-5m
bupati-rijanto-tetap-tekankan-disiplin-prokes-5m

WLINGI, Radar Blitar – Ikhtiar menanggulangi penyebaran Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Kemarin (29/1), Bupati Rijanto me-launching pelaksanaan vaksinasi korona jilid I di RSUD Ngudi Waluyo.


Jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) ikut dalam kegiatan sekaligus menjadi sasaran vaksinasi. Ini sebagai bukti bahwa vaksin korona ini aman untuk masyarakat.


Sedikitnya ada 10 tokoh yang menerima vaksin dalam kegiatan tersebut. Di antaranya ketua bersama tiga pimpinan DPRD Kabupaten Blitar, kapolres Blitar, kasdim 0808 Blitar, dan kajari Blitar. Selain itu, ada sejumlah perwakilan dari tokoh masyarakat, serta tokoh muda yang menerima vaksin korona ini.


Pemeriksaan atau screening dilakukan terhadap para penerima vaksin sebelum kemudian disuntikkan. Misalnya, pemeriksaan tekanan darah hingga wawancara mengenai riwayat penyakit yang pernah diderita.  Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik penerima vaksin dalam kondisi sehat dan siap divaksinasi.


Di sela-sela kegiatan ini, Bupati Rijanto menjelaskan, jika pemerintah berkomitmen terus berjuang  menanggulangi virus korona di Kabupaten Blitar, vaksinasi ini sebagai salah satu upaya. Yakni untuk menangkal penyebaran maupun dampak yang ditimbulkan oleh korona. “Untuk yang pertama ini memang diprioritaskan kepada tenaga kesehatan, targetnya bulan ini selesai,” jelasnya.


Setelah semua nakes menerima vaksin, sasaran penerima vaksin berikutnya adalah TNI/Polri serta personel pelayanan publik dan masyarakat umum. Bupati mengatakan, vaksinasi ini secepat mungkin harus rampung. Meski begitu, keberhasilan dalam menangkal korona ini juga bergantung pada partisipasi masyarakat. “Ketika sudah banyak masyarakat yang menerima vaksin, akan terjadi kekebalan secara komunal atau herd immunity,” tegasnya.


Menurut dia, dengan adanya vaksinasi ini berarti jalan menuju kehidupan normal semakin dekat. Hal ini juga menjadi kabar baik untuk pelaku kegiatan sosial dan ekonomi yang pastinya akan kembali pulih. “Tapi untuk sementara, setelah divaksinasi jangan kendor protokoler kesehatan (prokes). 5M itu masih menjadi hal wajib yang harus dilakukan. Yakni menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas,” imbaunya.


Di lokasi yang sama, Direktur RSUD Ngudi Waluyo, dr Endah Woro Utami mengajak masyarakat untuk berpikir positif terhadap vaksinasi korona. Menurut dia, kondisi saat ini sudah sewajarnya masyarakat bersama pemerintah bahu-membahu memerangi virus asal Tiongkok tersebut. “Vaksinasi korona ini aman. Selain itu, dengan menyukseskan vaksinasi ini, sektor ekonomi, pariwisata, dan lainnya bisa segera kembali pulih,” jelasnya.


Woro juga mengimbau agar masyarakat yang sudah menerima vaksin nanti tetap melaksanakan prokes. Hal ini penting sebagai upaya untuk mencegah penyebaran dan penularan virus sampai tercipta kekebalan terhadap virus tersebut. “Jangan lupa melaksanakan 5M,” imbaunya. (*)

Editor : Anggi Septian Andika Putra