KEPANJENKIDUL, Radar Blitar – Progres penyuntikan vaksin korona pertama untuk tenaga kesehatan (nakes) kini sekitar 92 persen. Senin (15/3) besok dijadwalkan ada pengiriman vaksin ke Kabupaten Blitar. Namun, belum diketahui pasti jumlah vaksin ini.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Miftakhul Huda mengatakan, jumlah nakes yang ada di Kabupaten Blitar terus mengalami penambahan. Sebab, tidak hanya dokter dan pelayan medis yang masuk dalam darftar penerima vaksin tahap pertama, namun juga semua profesi yang beraktivitas di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). “Jadi cleaning service itu juga masuk nakes. Mereka juga menerima vaksin tahap pertama. Jadi tidak hanya tenaga medis saja,” katanya.
Tercatat, kini lebih dari 3.900 orang yang bakal menjadi penerima vaksin Sinovac di tahap pertama ini. Dari jumlah itu, sudah ada 92 persen di antaranya sudah tervaksin.
Dia mengungkapkan, proses pemberian vaksin kedua untuk nakes juga sudah mulai dilaksanakan sejak kemarin (11/2). Pihaknya optimistis jika penyuntikan vaskin kedua untuk nakes ini bakal lebih cepat karena data sudah tersedia. Berbeda dengan tahap pertama.
Disinggung mengenai kebutuhan vaksin untuk penyuntikan kedua, Huda tidak menampik jika jumlah vaksin yang diterima belum cukup. Meski begitu, pihaknya mendapatkan kabar jika sekitar tanggal 15 Februari nanti akan ada kiriman vaksin dari pemerintah provinsi. “Kalau jumlahnya berapa kami belum dapat konfirmasi, itu hanya perkiraan pengiriman,” tuturnya.
Menurut dia, vaksin itu nanti tidak hanya untuk nakes, tapi juga untuk penerima vaksin tahap kedua. Yakni TNI/Polri serta petugas pelayanan publik. Hanya saja, jumlah penerima vaksin tahap kedua ini belum diketahui secara pasti. “Kini masih dalam proses pendataan, kami menunggu petunjuk teknis dari pemerintah. Apakah itu nanti untuk pelayanan publik yang didahulukan atau TNI-Polri. Tentunya kan melihat jumlah vaksin,” tuturnya.
Meski begitu, dalam upaya pencegahan penyebaran virus ini pihaknya tidak akan berlaku lambat. Artinya, ketika vaksin datang, hari itu juga akan langsung didistribusikan. Sesuai dengan petunjuk teknis yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun provinsi.
Informasi yang berhasil dihimpun Koran ini, jumlah akumulatif warga terpapar korona di Kabupaten Blitar mencapai lebih dari 4 ribu orang. KIni ada sekitar 301 orang berstatus aktif, alias terjangkit virus asal Tiongkok itu. 334 orang meninggal karena korona dan 3.388 orang sembuh dari korona. (*)
Editor : Choirurrozaq