UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno sukses menggelar rangkaian acara Pekan Literasi dan Inklusi Sosial Perpustakaan. Salah satunya literasi kopi. Kegiatan tersebut juga sebagai bentuk Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
Literasi kopi digelar di Amphiteater Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Kota Blitar. Yakni sejak Senin (22/3), hingga Rabu (24/3). Ada tiga narasumber berkompeten. Di antaranya Owner Bins Coffe & Supplies Adityo Aji Nugroho; Founder Kedai Tetirah & Tetirah Supplies.Co David Nugroho; dan Owner De Karanganyar Koffie Plantage Blitar Wima Brahmantya.
Hebatnya, peserta dalam acara tersebut tak hanya duduk dan sekadar mendapat teori. Melainkan ada praktik langsung didampingi narasumber. Termasuk diajak berkunjung ke Perkebunan Kopi Karanganyar, di Desa Karanganyar, Kecamatan Nglegok. Itu dialaksanakan pada hari ke tiga, yakni Rabu (24/3).
Sekitar pukul 09.00 panitia dan peserta sudah tiba di De Karanganyar Koffie Plantage. Setelah beristirahat sejenak, peserta langsung diajak berkeliling kawasan perkebunan. Luasnya ratusan hektar.
Sebagai tahap awal, peserta diajak belajar proses pembibitan kopi. Seorang pemandu sigap memberikan contoh langsung. Mulai dari biji, hingga siap ditanam di lahan lebih luas untuk pembesaran. Begitu juga untuk proses pembibitan dengan cara stek.
Sepanjang perjalanan, peserta disuguhi rindangnya kawasan perkebunan. Termasuk bangunan-bangunan di sana yang masih kental dengan arsitektur Belanda. Termasuk ketika berada di pabrik. Peserta melihat langsung beberapa mesin peninggalan Belanda.
Peserta literasi kopi yang berasal dari berbagai kalangan terlihat antusias. Termasuk ketika melihat langsung proses roasting (panggang) biji kopi di dalam pabrik. Sebab, dalam proses tersebut tak boleh sembarangan. Ada beragam tingkat kematangan yang tentu saja berpengaruh terhadap rasa kopi saat diseduh. Beragam jenis kopi serta proses penyeduhan juga ada di De Karanganyar Koffie Plantage Blitar.
Hal lain yang menarik peserta juga belajar sejarah. Yakni berkunjung di Rumah Loji. Rumah tersebut merupakan tempat tinggal Denny Roeshadi dan Romingah yang merupakan orang tua Herry Nugroho (mantan bupati Blitar) dan Endro Hermono (mantan wakil wali kota Blitar). Selain lukisan dan foto-foto bersejarah, juga ada beragam furnitur klasik yang masih asli seperti dahulu.
Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Janti Suksmarini menyatakan, salah satu tujuan literasi kopi, yakni memberi bimbingan dan motivasi kepada peserta agar meningkatkan keterampilan dan kreativitas meracik kopi. “Kami harap kegiatan itu dapat bermanfaat, mendukung keterampilan dalam menyajikan jenis kopi, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat,” jelasnya.
Koordinator Substansi Pelayanan Informasi dan Kerjasama Agus Sutoyo, mengatakan, dalam kegiatan literasi kopi, mencoba mengenalkan secara langsung kepada peserta. Yakni berbagai hal terkait kopi. Karena itulah, dihadirkan narasumber yang sudah berkompeten dibidangnya. Termasuk bisnis kopi. Selain itu, juga mengajak peserta langsung ke kebun kopi.
“Dengan begitu, kami harapkan inklusi sosial yang dijalankan Perpustakaan Proklamator Bung Karno mencapai sasaran,” ujarnya.
Pria ramah itu beraharap, setelah mengikuti literasi kopi, peserta mengerti bahwa kopi bisa memberi kehidupan yang lebih baik. (*)
Editor : Anggi Septian Andika Putra