Peringatan Hari Kartini selalu identik dengan kebaya. Sebab, kebaya menjadi busana yang akrab dikenakan Kartini saat memperjuangkan emansipasi dan pendidikan wanita Indonesia. Hingga kini kebaya tetap menjadi salah satu jenis busana nasional wanita nusantara.
Kebaya semakin beragam seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Kebaya tak melulu menjadi pakaian yang hanya bisa digunakan kaum elit saat menghadiri acara tertentu. Justru, kini banyak wanita yang menggunakan dan mengkreasikan kebaya sesuai dengan keinginannya tanpa menghilangkan arti dari busana kebaya tersebut.
Mening Narendra misalnya. Dia mengaku intens menggunakan kebaya sebagai busana untuk menunjang profesi dan pekerjaannya. Meski bermula sebagai tuntutan pekerjaan, kini dirinya menemukan hal yang berbeda saat menggunakan kebaya.
"Intens pakai kebaya sekitar 7 tahun terakhir. Awalnya memang tuntutan profesi sebagai pemandu acara. Tapi dengan itu saya justru senang menggunakan kebaya. Lebih merasakan aura yang berbeda dan semakin percaya diri," ujarnya.
Mening mengatakan, kebaya tak sekadar menjadi busana yang biasa digunakan. Pasalnya, sisi positif maupun nilai moral yang disampaikan saat menggunakan kebaya. Salah satunya, menampilkan aura anggun, lemah lembut, dan tata karma, yang melekat pada wanita saat mengenakannya.
"Secara tidak langsung wanita akan kelihatan lebih anggun, kalem, penuh karisma, saat menggunakannya (kebaya, Red)," ungkapnya.
Wanita yang juga seorang tenaga pendidik itu mengaku, eksistensi kebaya semakin beragam hingga kini. Tak hanya tepaku pada busana yang kaku dan pakem, tetapi semakin berkembang dengan banyaknya inovasi. Sehingga busana kebaya akan semakin mudah disesuaikan dengan kebutuhan oleh setiap wanita.
"Sekarang enggak seribet dulu, enggak perlu sepakem dulu kalau pakai kebaya. Kebaya sekarang sudah banyak macamnya, style-nya juga beragam. Tinggal kita sesuaikan dengan kebutuhan kita," terangnya.
Mening menekankan, kebaya bukan lagi menjadi fashion bagi wanita kalangan ataupun usia tertentu. Namun, generasi muda pun mulai melirik kebaya yang bisa dikreasikan sesuai dengan karakternya. Hal itu juga dapat menjadi upaya dalam melestarikan kebaya yang merupakan warisan budaya Indonesia.
"Tidak perlu siapa dan kapan untuk memulai melestarikan kebaya. Kebaya adalah warisan yang harus diturunkan ke generasi berikutnya. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?" pungkasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq