Enam Laporan Kerusakan Jaringan RPPJ

Choirurrozaq • Dipublikasikan Selasa, 25 Mei 2021 | 16:15 WIB
enam-laporan-kerusakan-jaringan-rppj
enam-laporan-kerusakan-jaringan-rppj

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Bukan cuma perawatan jaringan lampu penerangan jalan umum (PJU), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar juga disibukkan dengan perawatan jaringan lampu rambu pendahulu penunjuk jurusan (RPPJ).


Kepala Dishub Kota Blitar Priyo Suhartono melalui Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan Jalan (Kesjal) Sumaryono menyatakan, keberadaan RPPJ beserta jaringanya dinilai vital. Yakni dalam upaya memberikan petunjuk bagi masyarakat yang melintas di suatu jalan. Untuk itu, pihaknya harus memastikan segera melakukan perbaikan begitu menerima laporan adanya kerusakan.


"Kalau ada jaringan yang rusak, segera kami perbaiki. Karena RPPJ harus selalu terlihat jelas oleh pengguna jalan," ujarnya.


Sejumlah anggaran perawatan sudah disiapkan sebesar Rp 250 juta. Itu sama seperti jumlah anggaran yang dikucurkan untuk perawatan item kesjal tahun lalu. "Kemarin sekitar Rp 250 juta. Kurang lebih sama seperti tahun kemarin," katanya.


Jumlah itu, lanjut Sumaryono, merupakan satu paket dengan anggaran perawatan seluruh item kesjal. Di antaranya PJU, traffic light, dan jaringan lampu lain seperti halnya penerangan papan reklame dan jaringan RPPJ.


Kepala Seksi (Kasi) Perlengkapan Jalan Yusuf Ali mengatakan, dalam lima bulan terakhir pihaknya sudah menerima enam laporan terkait adanya gangguan pada jaringan RPPJ. "Sampai Mei ini kurang lebih sudah ada enam laporan," katanya.


Terbaru, pihaknya menerima laporan adanya gangguan jaringan RPPJ di Jalan Kelud pada kemarin (24/5). Adapun gangguan yang dilaporkan berupa kerusakan sistem lampu penerangan dan adanya dahan pohon yang menghalangi visual RPPJ. "Kalau yang tadi (kemarin, Red) kami lakukan perbaikan jaringannya dan perabasan (pemotongan, Red) dahan pohon karena ada refleksi yang kurang jelas," terang Yusuf.


Selain itu, pihaknya juga tengah me-monitoring dan pemetaan terhadap wilayah mana saja yang banyak ditemukan kerusakan jaringan. Baik itu jaringan RPPJ maupun PJU. Meski begitu, dia mengaku belum dapat menyebutkan secara pasti titik mana saja yang dimaksud karena harus menunggu hasil survei di lapangan. "Kalau itu kami survei dulu. Kalau ditemukan ada yang kurang, nanti kami ganti dengan yang baru," imbuhnya. (*)

Editor : Choirurrozaq