SUTOJAYAN, Radar Blitar - Warga Jalan Jawa, Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan, dikagetkan dengan kematian Maduro, kemarin (29/6). Pria berusia 60 tahun itu ditemukan tewas gantung diri di bawah kayu teras rumahnya. Dia ditemukan kali pertama oleh warga setempat sekitar pukul 06.00.
Kapolsek Lotim AKP Tamim Anwar mengatakan, warga yang mengetahui kejadian itu langsung melapor ke polsek. Dari hasil pemeriksaan terhadap tubuh Maduro, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Menurut informasi, Maduro sudah lama mengeluh sakit perut dan penghilatan kabur. Dia nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, diduga karena depresi.
"Di rumah dia (Maduro, Red) hidup sebatang kara. Itu juga rumah pemberian warga setempat, Pak Toyib, karena merasa kasihan. Katanya, Maduro sering berpindah-pindah," ujar perwira berpangkat tiga balok ini.
Selama ini Maduro juga tidak memiliki identitas diri. Dia sering dipanggil dengan nama Maduro lantaran logat bicara seperti orang Madura. Dia sudah tinggal di rumah tersebut sekitar 10 tahun. Awalnya dia hidup bersama istrinya. Sekitar lima tahun lalu istrinya meninggal dunia sehingga hidup menyendiri.
"Ditanya soal keluarga oleh warga sekitar yang bersangkutan juga tidak tahu. Hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia," tandas polisi ramah ini. (*)
Editor : Choirurrozaq